LANGIT7.ID, Jakarta - KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menjelaskan alasan selalu mengenakan kemeja putih. Dia telah memikirkan matang-matang cara berpenampilan agar sesuai sunnah. Ini bukan berarti beliau tidak nasionalis karena bukan mengenakan batik.
“Orang selalu dipusingkan nyari hadits, disunnahkan pakai baju putih. Tidak ada sunnah beribadah pakai baju batik,” kata Gus Baha dalam
Kalam-Kajian Islam, dikutip Kamis (14/4/2022).
Kendati begitu, dia mengingatkan, mengenakan baju putih bukan perkara wajib. Itu hanya sunnah Rasulullah SAW. Jadi, bukan berarti berdosa jika tidak mengenakan baju selain warna putih.
Baca juga: Gus Baha ungkap Alasan mengapa Umat Islam Harus Kaya Raya“Kalau pakai jubah seperti orang Arab, kalau batik kesannya tidak mengikuti sunah rasul. Ya sudah, tengah-tengah saja pakai kemeja putih. Sunah rasul tapi tetap Indonesia. Sudah kupikir yang seperti itu,” kata Gus Baha.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin dalam
Syarh Bulughil Maram menukil beberapa hadits tentang sunnah memakai pakaian putih. Di antaranya:
Hadits riwayat Abu Dzar disebut, “Aku pernah mendatangi Nabi SAW dalam keadaan memakai Pakaian Putih.” (HR Bukhari)
Dalam riwayat Muslim disebutkan, Abu Dzar berkata, “Aku pernah mendatangi Nabi SAW dan beliau dalam keadaan tidur dan ketika itu mengenakan baju Putih.” (HR Muslim).
Perintah memakai pakaian putih dihukumi sunnah, bukan wajib. Anjuran pakaian putih di sini tidak menafikan bolehnya memakai pakaian warna lain. Itu karena Rasulullah pernah memakai pakaian berwarna lain.
“Rasulullah SAW adalah seorang laki-laki yang berperawakan sedang (tidak tinggi dan tidak pendek), saya melihat beliau mengenakan pakaian merah, dan saya tidak pernah melihat orang yang lebih bagus dari beliau.” (HR Bukhari).
Baca juga: Sejarah Shalat Tarawih, Sunnah yang Dipopulerkan Umar bin KhattabDi sisi lain, memakaian pakaian putih merupakan lambang kebersihan. Dalam Hasyiyah As Sindi disebutkan:
“Karena pakaian putih sangat jelas bila terdapat kotoran yang hal ini tidak tampak pada pakaian warna lain. Begitu pula pencuciannya lebih diperhatikan daripada pencucian dalam pakaian lain. Oleh karena itu, Rasulullah SAW sampai menyebut pakaian putih sebagai pakaian yang lebih bersih dan lebih baik.”
(jqf)