Langit7 ,- Jakarta - Berbelanja baju baru menjadi salah satu tradisi menjelang Lebaran. Seringkali menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat memenuhi pasar, toko, atau mall untuk membeli baju baru keperluan Lebaran.
Melihat fenomena ini, bagaimanakah Islam memandang hal tersebut?
Akademisi dan Praktisi Keuangan Syariah, lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Latief Awaludin menjelaskan bahwa ketika Ramadhan tiba gaya hidup dan daya beli masyarakat terutama di hari akhir kian meningkat.
Baca juga: Haruskah Pakai Baju Baru Saat Lebaran?“Di bulan Ramadhan umumnya masyarakat memiliki daya beli yang sangat meningkat, itulah salah satu keberkahan di bulan Ramadhan menjadi terutama di hari akhir. Tentunya kita akan merayakan hari Lebaran, salah satu hal yang biasa dilakukan masyarakat adalah terkait fesyen atau pakaian,” ujarnya dalam tayangan akun youTube Finansialku.com dikutip Sabtu (30/4/2022).
Menurutnya, memakai baju merupakan sebuah kebutuhan yang prinsip. Akan tetapi Islam mengajarkan bahwa inti memakai pakaian adalah untuk menutup aurat. Tentunya siapapun baik muslim atau muslimah ketika membeli pakaian, belilah yang intinya sebagai penutup aurat.
“Kedua, juga jangan sampai membeli pakaian itu mengandung sesuatu yang oleh agama terlarang. Misalnya pakaian bagi perempuan yang transparan, ketat dan sebagainya. Karena itu Islam memberikan panduan bagaimana berbusana secara muslimah,” katanya.
Selain itu, Latief mengatakan untuk membeli pakaian dengan sewajarnya, karena sesuatu yang berlebihan oleh agama dikecam baik itu makan, minum dan termasuk juga dalam berbusana atau berpakaian.
“Dalam berbusana atau berpakaian jangan sampai kita berlebihan, apalagi berpakaian itu sebagai bentuk kesombongan nah itu tentu diharamkan,” tegas dia.
Latief menekankan bahwa inti dari membeli pakaian saat momentum lebaran adalah sesuatu yang diperbolehkan selagi tidak berlebihan, dan tidak ada unsur kesombongan.
“Silahkan kita membeli pakaian yang terbaik karena lebaran itu disunahkan, terutama saat kita shalat id. Kita harus menggunakan pakaian yang terbaik, bagus, rapih, bersih dan menjadi tidak salah jika kita memakai pakaian yang terbaru,” ungkapnya.
Kendati demikian, dia mengingatkan bahwa momentum Idul Fitri bukanlah sesuatu yang harus selalu baru pakaiannya. Tetapi lebih jauh daripada itu yakni kondisi jiwa, mental, dan spiritnyalah yang harus baru.
“Memang pakaian itu penting sebagai perhiasan dalam Al-Qur’an, tapi ingat berpakaian itu sebagaian dari menghiasi. Dan Rasul sendiri pun adalah orang yang sangat memperhatikan pakaiannya,” ujarnya.
Menurutnya, hal terpenting dalam berpakaian yaitu pakaian yang bersih, rapih, memakai wangi-wangian, enak dipandang, dan tentunya menyejukan serta menjadi bagian perhiasan. Dia menyampaikan, sebaik-baiknya pakaian adalah takwa.
Baca juga: Boleh Berbaju Baru Saat Lebaran, Tapi Ingat Rambu-rambunya“Takwa bukan hanya secara fisiknya saja tetapi batinnya, jiwanya kita masuk orang-orang yang bertakwa. Itulah tips pakaian di hari lebaran,” ucapnya.
“Bagi laki-laki belilah pakaian yang sewajarnya bagi laki-laki. Dan perempuan belilah pakaian terbaik sesuai dengan nasihat, dan batas-batas syariah terkait busana itu sendiri, selamat berlebaran mudah-mudahan hati kita baru, jiwa kita baru, pakaian kita pun baru,” tutupnya.
(est)