LANGIT7.ID - Puasa syawal memiliki kedudukan istimewa dalam syariat Islam. Puasa sunnah ini dilaksanakan pada bulan Syawal dan disunnahkan dilakukan sebanyak enam hari.
Meski begitu, puasa syawal tidak masalah jika tidak dilaksanakan secara berturut-turut. Dengan Catatan, enam hari puasa dilakukan selama bulan Syawal. Selain itu, puasa Syawal tidak dilakukan 3 hari setelah Hari Raya Idul Fitri, agar ada kesempatan untuk silaturahmi.
Ada banyak keutamaan jika seorang muslim melakukan puasa sunnah tersebut. Nah, berikut ini beberapa keutamaan jika melaksanakan ibadah puasa Syawal:
1. Mendapatkan Pahala 1 Tahun PenuhOrang yang melakukan puasa Syawal akan diganjar pahala seperti berpuasa 1 tahun penuh. Dalam sebuah riwayat dalam hadits Imam Muslim:
“Siapa saja yang berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.”
Baca Juga: Ini Ibadah yang Dianjurkan di Bulan Syawal
2. Tanda Amalan Ramadhan DiterimaSetiap muslim yang taat pasti berusaha menjalan ibadah pada bulan Ramadhan dengan sungguh-sungguh. Namun, apakah semua ibadah itu diterima di sisi Allah?
Para ulama menjelaskan, salah satu ciri amal ibadah diterima adalah amalan itu akan diikuti dengan amalan kebaikan berikutnya. Jika seseorang bersungguh-sungguh beribadah pada bulan Ramadhan, maka dia akan diberi kemudahan melaksanakan ibadah setelah Ramadhan, seperti puasa 6 hari pada bulan Syawal.
“Balasan dari amalan kebaikan adalah Amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama.
Begitu puila barang siapa yang melaksanakan kebaikan lalu Malah dilanjutkan dengan amalan kejelakan, maka ini adalah tanda penolakannya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.” (Latha-if Al Ma’arif, hal. 394).
3. Tanda Peningkatan TaqwaBulan suci Ramadhan adalah bulan kewajiban berpuasa. Tujuan ibadah itu adalah agar umat Islam mencapai derajat takwa. Allah Ta’ala berfirman:
“Hai orang-orang Beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah: 183).
Nah, berpuasa pada bulan Syawal merupakan bentuk ketakwaan hasil memperbanyak ibadah puasa di bulan Ramadhan. Sungguh merugi orang yang keluar Ramadhan namun tidak mendapatkan apa-apa, kecuali lapar dan haus.
4. Mencegah Gangguan PencernaanPuasa Syawal tidak hanya meningkatkan derajat seorang hamba di sisi Allah Ta’ala. Namun, ada pula beberapa manfaat yang bersifat biologis, di antaranya mencegah gangguan pencernaan.
Hal itu dikarenakan, setelah hari raya Idul Fitri, umat Islam kembali makan tiga kali sehari. Terlebih saat hari Raya Idul Fitri yang identik dengan makan-makan. Nah, puasa Syawal bisa dijadikan kontrol menekan porsi makan.
Baca Juga: Kapan Waktu Tepat Puasa Syawal? Ini Penjelasan Buya Yahya
Hal itu dapat mengendalikan transisi setelah mengonsumsi makanan dengan jumlah besar dan mencegah terjadinya gangguan pencernaan.
Mengutip laman resmi Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia, saat berpuasa seseorang akan mengurangi frekuensi konsumsi makanan. Pembatasan asupan makanan dan kalori akan memiliki dampak bagi Kesehatan tubuh, salah satunya menjadi lebih mudah menghancurkan lemak.
Selain itu, pembatasan makanan juga membantu tubuh mengurangi radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh. Dengan demikian, berat bada dan kolestrol akan turun, serta kadar gula darah juga menjadi lebih terkontrol.
5. Meningkatkan Sistem Kekebalan TubuhTak cuma baik untuk sistem pencernaan, keutamaan puasa Syawal juga mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Saat seseorang menahan lapar selama puasa, akan memicu sel-sel induk dalam tubuh memproduksi sel Darah putih baru yang dapat menghindarkan dari infeksi.
Menurut sebuah penelitian dari University Southern California, puasa dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena penciptaan sel darah putih baru tersebut dapat meregenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh.
Itu membuat keutamaan puasa Syawal berperan penting dalam melindungi tubuh dari berbagai ancaman virus dan bakteri.
(jqf)