LANGIT7.ID, Malang - Perjuangan pembebasan Baitul Maqdis dan Palestina belum usai. Di tengah-tengah perjalanan itu, kerap muncul pertanyaan terkait hubungan hari kiamat dengan pembebasan Baitul Maqdis.
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang asal Mesir, Muhammad Fouly, mengatakan, hari kiamat merupakan rahasia Allah Ta'ala. Tidak ada satupun ciptaan-Nya yang mengetahui kapan terjadi peristiwa besar tersebut.
Pernah suatu ketika Rasulullah duduk bersama para sahabat dalam satu majelis. Tiba-tiba datang seorang pria berpakaian putih bersih dan tidak ada tanda-tanda lelah. Itu menandakan orang tersebut tidak sedang dalam safar.
Pria itu bertanya tiga hal kepada Rasulullah yakni masalah Islam, iman, dan ihsan. Lalu, orang itu bertanya tentang hari kiamat. Nabi SAW menjawab, 'yang ditanya tidak lebih mengetahui dari orang yang bertanya.'
Sang penanya adalah Malaikat Jibril yang menjelma manusia untuk mengajarkan inti ajaran Islam kepada para sahabat melalui tanya jawab. Perlu ditekankan, salah satu pesan penting dari hadits itu adalah tidak ada satupun makhluk yang tahu kapan terjadi hari kiamat.
"Tapi ada tanda hari kiamat yang disebut di hadits shahih Rasulullah, ada tanda kecil dan tanda besar. Ada tanda kecil yang sudah terjadi, dan ada tanda besar yang benar-benar menakutkan," kata Fouly di kanal youtube-nya, Jumat (13/5/2022).
Orang yang mengaitkan pembebasan Baitul Maqdis dengan hari kiamat biasanya merujuk pada satu hadits yang diriwayatkan Auf bin Malik. Rasulullah menyebut ada enam perkara yang akan terjadi sebelum terjadi kiamat. Salah satu dari 6 perkara itu adalah pembebasan Baitul Maqdis.
Baca Juga: Roadmap Politik dan Geopolitik untuk Membebaskan Baitul Maqdis
"Rasulullah kasih satu tanda, pembebasan Baitul Maqdis. Berarti kiamat sudah dekat kalau Palestina sudah merdeka. Belum tentu. Harus dipertanyakan pembebasan yang mana? pembebasan yang ke berapa?" tutur Fouly.
Baitul Maqdis sudah pernah dijajah beberapa kali. Sementara, hadits tersebut tidak menyebutkan penjajahan dan pembebasan yang ke berapa. Saat Rasulullah masih hidup, Baitul Maqdis dijajah oleh Romawi, lalu dibebaskan Umar bin Khattab pada 16 Hijriah.
Baitul Maqdis dijajah lagi, lalu dibebaskan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi. Ketiga, dijajah lagi lalu dibebaskan oleh Dinasti Khawarism dan tentara Mesir. Keempat, dijajah lagi oleh zionis Israel dan belum dibebaskan sampai sekarang.
"Jadi, pembebasan mana yang dimaksud oleh Rasulullah? pertama, kedua, ketiga, atau keempat yang belum terjadi sampai hari ini. Kita juga tidak tahu apakah ini penjajahan terakhir, belum tentu," kata Fouly.
Bisa jadi Palestina merdeka besok. Kemudian 100 tahun kemudian dijajah lagi, lalu dibebaskan sampai datang hari kiamat. Hari kiamat merupakan perkara yang tidak ada satupun makhluk tahu.
Lalu, bagaimana dengan hadits Rasulullah yang menyebut, 'Tidak akan terjadi hari kiamat, hingga kalian umat muslim memerangi umat Yahudi?'
Hadits itu seolah penguat sebab, bangsa yang menjajah Palestina saat ini adalah Zionis Yahudi. Sekilas ada pembenaran bahwa setelah Baitul Maqdis dibebaskan dari Israel, kiamat akan terjadi.
"Belum tentu juga. Jika merujuk hadits di atas, timbul pertanyaan, apakah umat muslim belum pernah memerangi umat yahudi? Pernah. Pada zaman Rasulullah, umat Islam pernah berperang melawan kaum yahudi," kata Fouly.
Dalam hadits itu juga tidak disebutkan kapan waktu umat Islam memerangi yahudi, di mana berperang, dan apa peristiwa-peristiwa yang menyebabkan orang yahudi berperang melawan umat Islam.
"Yahudi itu ada di mana-mana. hampir setiap negara di dunia ada yahudi. Jadi, belum tentu perang yang dimaksud oleh Rasulullah adalah perang pembebasan Baitul Maqdis," ucap Fouly.
Ada satu nasihat penting dari Rasulullah terkait hari kiamat. Dalam sebuah hadits shahih, kata Fouly, Rasulullah pernah memerintahkan jika esok terjadi hari kiamat dan ada bibit tanaman di tangan, maka segeran tanam.
Ini memberi sebuah isyarat, umat Islam diperintahkan untuk tidak memikirkan kapan terjadi hari kiamat. Umat Islam hanya diperintahkan untuk mempersiapkan diri dari segi agama seperti menjaga akidah, menjaga shalat, jaga ilmu, hingga hafalan Al-Qur'an.
Setelah itu, tetap lanjut beraktivitas seperti biasa seperti berkebun, bertani, berangkat ke kantor dan lain sebagainya. Salah satu kewajiban umat Islam adalah terus berjuang membebaskan Palestina.
"Tidak usah memikirkan hari kiamat terjadi setelah pembebasan Baitul Maqdis. Tugas umat Islam hanya berjuang. Berjuang belum tentu perang, bisa berjuang dengan uang, bisa mengajarkan anak tentang Baitul Maqdis. Itu sangat penting, dan sangat dibutuhkan di Palestina," ucap Fouly.
(jqf)