LANGIT7.ID, Yogyakarta - Umat Islam di Indonesia terlebih di Yogyakarta kehilangan salah satu sosok Dai Pejuang. Ia adalah Ustadz Muhammad Fanni Rahman yang meninggal dunia pada Senin dini hari (2/8/2021) pukul 02.00 di usia 43 tahun akibat Covid-19.
Dai dan Aktor film 5 Penjuru Masjid, Zaky Ahmad Rivai, mengenang Ustadz Muhammad Fanni Rahman atau akrab disapa Abah Fanni sebagai sosok yang humoris, ulet, bijaksana, dan tokoh muslim yang sangat inspiratif. Almarhum meninggalkan banyak sekali karya dakwah yang jadi warisannya kepada umat Islam.
Almarhum Abah Fanni merupakan Dewan Syuro Masjid Jogokariyan dan Pimpinan Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu. Selain itu ia adalah pemilik penerbit Pro-U Media. Rencananya, jenazah beliau akan dimakamkan di Pondok Merapi Merbabu, Wonolelo, Sawangan Magelang.
Zaky merasa sangat kehilangan sosok teladan. Baginya, Abah Fanni adalah orang yang sangat baik dan memiliki kemampuan manajerial yang sangat bagus.
“Kalau bersamanya dalam melakukan urusan tidak pernah tidak tuntas. Beliau juga tidak pernah melewatkan kesempatan untuk beramal,” kata Zaky kepada LANGIT7.ID, hari ini, Senin (2/8/2021).
Zaky menuturkan, Abah Fanni memiliki banyak jasa dan karya dakwah yang diwariskan kepada umat Islam. Khusus di Yogyakarta, Beliau berkhidmat di Masjid Jogokariyan, motor penggerak Muslim United untuk persatuan umat, dan membantu Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).
Selain itu, Abah Fanni merupakan pendiri Pro-U Media, salah satu satu penerbit buku-buku islami yang cukup diperhitungkan di negeri ini. Beliau juga perintis Sahabat Al-Aqsha, sebuah lembaga kemanusiaan yang fokus membantu perjuangan rakyat Palestina. Tak hanya menjalin persaudaraan dengan muslim Palestina, tapi juga melebarkan sayap persaudaraan ke Suriah hingga Rohingya.
“Tak lupa, beliau juga menjadi orang yang paling berpengaruh dalam pembangunan Pesantren Masyarakat Merapi-Merbabu,” ucap Zaky.
Abah Fanni juga merupakan sosok yang berada dibalik layar dari banyak karya besar, terlebih dalam karya buku dan tulisan. Menurut Zaky, beliau yang ‘menemukan’ orang-orang hebat seperti Salim A. Fillah dan Shofwan Al Banna Choiruzzad. Dan kemudian mendorong mereka untuk menulis dan menghasilkan karya besar.
Banyaknya warisan dan jejak dakwah Abah Fanni juga dikenang oleh Ustadz Abdul Somad (UAS). Melalui akun instagramnya, UAS begitu terkesan dengan pribadi Abah Fanni yang alim, rendah hati dan berakhlak tinggi.
"Dia tinggalkan jejak da'wah di Yogyakarta, Maluku Utara, Kaki Gunung Merbabu, yang mesti ditapaki sebagai bukti bahwa kasih sayang bertapak di hati. Al Fatihah untuk Abah Fanni," tutur UAS, pada Senin (2/8/2021).
Meski dikenal sebagai pendakwah yang ulet dan memiliki cita-cita tinggi, namun Abah Fanni rupanya sosok yang humoris. Humor tak sekedar humor, tapi selalu ada pesan bijak di baliknya.
“Banyak pesannya, tapi yang paling saya ingat adalah pesan waktu di awal-awal mengenal beliau sekitar tahun 2013 adalah, 'Mbok kamu nulis, Zak'. Alhamdulillah, celetukan itu betul-betul mengena hingga sekarang, saya sudah menulis 5 buku, dua di antaranya diterbitkan Pro-U Media,” tutur Zaky.
(jqf)