LANGIT7.ID-Masjid Jogokariyan Yogyakarta terus saja melakukan inovasi dalam pengembangan menuju kesejahteraan umat.
Salah satu yang terbaru adalah dengan menghadirkan Badan Usaha Milik Masjid (BUMM) toko roti berkelas.
Bangunan berkelas Toko Roti Jogokariyan menunjukkan keseriusan BUMM dalam mengelola bisnis tersebut.
Toko menyediakan beragam roti dan makanan ringan atau snack yang menjadi kebutuhan masyarakat. Masyarakat atau jamaah dapat membeli roti-roti, baik untuk keperluan sendiri atau buah tangan di toko tersebut.
Keberhasilan Masjid Jogokariyan mengembangkan usaha tak lepas dari kemampuan masjid mengelola keuangan masjid.
Sebelum ini, Masjid Jogokariyan juga mengelola toko suvenir yang berada di kompleks masjid. Toko menyediakan beragam produk suvenir yang bisa dibeli jamaah.
Pengelolaan masjid yang benar, membuat Masjid Jogokariyan juga mampu menyediakan makanan buka puasa gratis sebanyak 3.500 porsi setiap harinya selama bulan Ramadhan. Kampung Ramadhan Jogokariyan yang diadakan setiap tahun di bulan suci juga menjadi bukti lain bagaimana masjid mampu menggerakkan ekonomi umat.
Sekilas Masjid JogokariyanBerawal dari sebuah langgar kecil di kampung pinggiran selatan Yogyakarta, Masjid Jogokariyan terus berusaha membangun umat. Logo Masjid Jogokariyan terdiri dari tiga bahasa. Arab, Indonesia, dan Jawa. Ini adalah wujud dari semangat untuk menjadi Muslim yang salih seutuhnya tanpa kehilangan akar budaya.
Sejak masjid dibangun, sudah banyak usulan “nama” terhadap masjid yang tengah dalam proses pembangunan yang dimulai pada tanggal 20 September 1966 di kampung Jogokariyan ini.
Bahkan hingga hari ini masih selalu saja ada orang yang mempertanyakan tentang nama masjid yang terletak di tengah-tengah kampung ini. Tetapi para pendiri dan perintis dakwah di Jogokariyan telah sepakat memberi nama masjid ini dengan nama “Masjid Jogokariyan”.(*)
(hbd)