Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 05 Juni 2026
home global news detail berita

Istilah Arwah Gentayangan dalam Islam, Ini Penjelasan di Hadist

mahmuda attar hussein Selasa, 17 Mei 2022 - 12:25 WIB
Istilah Arwah Gentayangan dalam Islam, Ini Penjelasan di Hadist
Ilustrasi kuburan yang diisukan kerap terjadi penampakan arwah gentayangan. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Arwah gentayangan tidak ada dalam Islam, apalagi roh getayangan. Kabar-kabar ini kerap kali menjadikan publik takut, padahal faktanya tidak seperti itu.

Ustadz Khalid Basalamah mengatakan, tidak ada dalam Islam roh gentayangan. Semua isu tersebut dijawab dalam hadist Nabi SAW.

"Dalilnya ada pada di hadits mulia, hadits Bukhari," ujarnya dikutip dari kanal YouTube Ammar TV, Selasa (17/5/2022).

"Seorang hamba mukmin, jika telah berpisah dengan dunia, menyongsong akhirat, maka malaikat datang langit, dengan wajah yang putih. Rona muka mereka layaknya sinar matahari. Mereka membawa kafan dari surga, serta hanuth (wewangian) dari surga.

Baca Juga: Ini yang Terjadi setelah Seseorang Meninggal Dunia, Ruh Gentayangan Hoaks

Lalu malaikat maut hadir dan duduk di dekat kepalanya sembari berkata: "Wahai jiwa yang baik keluarlah menuju rahmat dan ampunan Tuhanmu."

"Kata Nabi Muhammad SAW, rohnya di sini keluar ibarat air keluar dari mulut kendi, cepat sekali," timpal Khalid.

"Begitu rohnya keluar, maka setiap malaikat maut mengambilnya dan diletakkan di kain kafan dan hanuth, lalu dibawa ke langit." Setiap kali melewati tingkatan langit, Malaikat bertanya: "Roh siapa ini? Sungguh mulia roh ini."

"Kata Nabi Muhammad SAW, karena roh itu mengeluarkan bau yang lebih wangi daripada bau kasturi. Semoga kita semua termasuk. Aamiin," katanya.

Mereka menjawab: "Fulan bin Fulan" dengan menyebutkan nama terbaiknya sewaktu di dunia. Lalu kemudian ditembuskan sampai langit ke-7, dan terdengar suara dari langit ke-7.

Allah SWT berkata: "Catatlah kitab amal hamba-Ku dalam Illiyyin dan kembalikanlah dia ke dunia di tempat diciptakannya dan di situ pula akan dibangkitkan. Lalu setelah itu datang dua malaikat dan bertanya kepadanya: "Siapa Tuhanmu? Siapa Nabimu? Apa kitabmu?"

"Kalau dia orang beriman, kata Nabi Muhammad SAW, Allah akan tetapkan jawaban dari lisannya kalau dia pelajari agama di dunia. Dia akan punya jawaban dari wahyu, 'Tuhanku Allah, Nabiku Muhammad SAW, dan kitabku Al-Quran'," ujarnya.

Khalid melanjutkan, seketika seorang mukmin yang meninggal itu menjawab, maka dibukalah pintu neraka dengan api yang berkobar-kobar. Lantas malaikat berkata: "Lihatlah dari apa Allah selamatkan dirimu."

"Karena dia orang beriman maka ditutup kembali pintu neraka itu. Lalu dibukalah pintu surga dengan dayang, permadani, istana luas yang membuatnya gembira," katanya.

Malaikat berkata: "Engkau akan masuk ke situ." Maka si mayat akan berdoa dan meminta kepada Allah agar dicepatkan waktunya untuk masuk ke surga.

Lalu datanglah seseorang yang tampangnya gagah, bersih, wangi, saking sempurnanya membuat roh itu berkata: "Siapa kamu, sungguh sempurna ciptaan Allah pada dirimu?" Orang itu berkata: "Aku adalah amal salih yang akan menemanimu sampai hari kiamat."

"Maka jadilah kuburannya menjadi taman dari taman surga sampai hari kebangkitan," jelasnya.

Pelajaran dari hadits ini, bahwa tidak ada istilah roh gentayangan yang bisa mengganggu orang yang masih hidup. Sebab, roh ketika berpisah dari jasad akan berurusan dengan malaikat di alam kuburnya.

Bagi mukmin, mereka akan mendapatkan kenikmatan kubur sampai datang hari kiamat. Sementara bagi orang yang kufur, mereka akan mengalami siksa kubur. Wallahu a'lam bishawab.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 05 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)