LANGIT7.ID, Banyuasin - Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki destinasi wisata baru yang instagramable bernama Kampoeng Wisata Ya Samman Cindo. Lokasinya berada di Desa Tanjung Merbau, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin.
Bagi sobat langit7 yang ingin ke sana bisa menempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan waktu kurang lebih 40 menit dari pusat Kota Palembang. Di sana, terdapat taman yang dipenuhi bunga celosia bewarna-warni, seperti kuning dan merah yang menjadi asupan keindahan mata bagi pengunjung.
Bahkan, keberadaan taman tersebut pun cocok untuk pengunjung berswafoto. Bagi yang ingin masuk untuk menikmati destinasi wisata baru tersebut jangan khawatir. Pasalnya, tiketnya cukup terjangkau yakni sebesar Rp 10.000 per orang.
Pemilik Kampoeng Wisata Ya Samman Cindo di Banyuasin, Darwin Azhar, mengatakan, semula dia hanya berniat untuk memberdayakan para pemuda sekitar dengan membuat taman wisata tersebut. Namun, hasilnya menjadi kawasan rekreasi yang lengkap dengan berbagai fasilitas yang bisa dijangkau semua kalangan dengan tiket masuk yang murah meriah.
“Kan di sini tak ada tempat wisata, jadi saya berinisiatif buat lokasi wisata. Memang sasaran kita masyarakat menengah ke bawah makanya tiket masuknya murah,” ujar dia.
Sebelumnya, Kampoeng Wisata Ya Samman Cindo di Desa Tanjung Merbau itu diresmikan langsung oleh Gubernur Sumsel, Herman Deru. Keberadaan destinasi wisata baru itu juga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, pemerintah dalam hal ini pemerintah provinsi dan kabupaten setempat akan turut membantu pihak pengelola agar taman wisata itu dapat menjadi tempat rekreasi yang digemari masyarakat Bumi Sriwijaya.
“Pada saatnya nanti akan menjadi destinasi wisata alam dan bersamaan wisata edukasi tentang pertanian. Apalagi kan Banyuasin potensi utamanya adalah pertanian dan perkebunan,” ungkap dia.
Taman wisata yang dikelola tergolong tidak begitu banyak ada di Sumsel. Namun, kata dia, lebih didominasi oleh wisata alam yang sejak dahulu telah ada, kemudian dikelola menjadi lokasi wisata.
“Wisata yang dikelola ini tentu memberikan dampak yang baik bagi masyarakat. Masyarakat akan menikmati keindahannya,” tutup dia.
(sof)