LANGIT7.ID, Jakarta - Sebagian besar kasus kematian akibat Covid-19 yang terjadi di Jakarta dan Jawa Barat terjadi pada orang yang belum divaksin.
Data di Jakarta menunjukkan hanya 0,21 persen orang yang sudah divaksin meninggal dunia setelah terinfeksi Covid-19, sedangkan persentase kematian pada orang yang belum divaksin mencapai 3 persen dari total kasus.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Ia melanjutkan, situasi serupa juga terjadi di Jawa Barat di mana daerah yang cakupan vaksinasinya tinggi memiliki angka kematian yang lebih rendah.
“Kami sudah konsultasi juga dengan DKI Jakarta dan Jawa Barat, yang meninggal itu hampir sebagian besar adalah orang yang belum divaksin,” kata Budi melalui konferensi pers virtual, dilansir dari Anadolu Agency.
Senin (2/8/2021)
Data di salah satu rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan juga menunjukkan bahwa angka kematian pada orang yang telah divaksinasi sangat rendah.
Tercatat dari 618 pasien yang belum divaksin, terdapat 88 kasus kematian. Sementara dari 51 pasien yang telah menerima dosis pertama vaksin terdapat 1 kasus meninggal, kemudian dari 78 pasien yang telah menerima dua dosis vaksin tidak ada kasus kematian.
Data tersebut, lanjut dia, menunjukkan bahwa vaksin dapat mengurangi risiko kematian akibat terinfeksi Covid-19.
“Vaksinasi memang tidak bikin kita menjadi kebal seperti Superman, tetap bisa menular, tetapi yang gejala parah menjadi ‘mild’, yang sedang menjadi ringan, dan yang ringan menjadi tanpa gejala. Antibodi kita sudah dilatih dari vaksinasi tersebut,” tutur dia.
Indonesia sejauh ini telah melaporkan 95.723 kasus kematian akibat Covid-19 atau setara dengan 2,8 persen dari total kasus positif selama pandemi.
Indonesia termasuk negara dengan kasus kematian harian tertinggi di dunia selama beberapa hari terakhir, melampaui Rusia, Brasil, dan India.
Sejauh ini Indonesia baru menyuntikkan 68 juta dosis vaksin sejak program vaksinasi dimulai pada Januari 2021 yang terdiri dari 47,4 juta dosis pertama dan 20,6 juta dosis kedua.
Angka tersebut berarti baru 10,05 persen penduduk Indonesia yang telah menerima vaksin penuh dari total target sebanyak 208,26 juta orang.
(arp)