LANGIT7.ID, Jakarta - Seorang muslim asal Klaten Bagong Margono mengubah
sungai kotor tempat pembuangan sampah menjadi
lahan produktif. Dia merogoh kocek hampir Rp3 miliar untuk revitalisasi.
Mbah Bagong, sapaan akrabnya tergerak melakukan kegiatan sosial karena risih tinggal di lingkungan kotor. Apalagi sedari kecil, sudah dididik orangtuanya untuk mencintai alam.
"Saya terinspirasi bahwa lingkungan saya harus bersih, dan saya yakin kalau lingkungan saya bersih saya akan hidup nyaman," kata Mbah Bagong, Senin (23/5/2022).
Baca Juga: Desa Wisata Sungai Kupah Kembangkan Ekowisata MangroveBerkat kesadarannya itu, dia berhasil menyulap sungai yang terletak di Pusur, Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Klaten, itu menjadi bersih dan layak dihidupi ikan-ikan.
Pria berusia 65 tahun itu mengaku, merubah sungai menjadi bersih bukan perkara sulit. Namun, merubah perilaku masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai menjadi tantangannya.
"Akhirnya saya buat gerobak sampah di setiap rumah masyarakat, lalu saya ambil untuk diteruskan ke TPA. Sejak itu, karakter masyarakat berubah sendiri," katanya.
Sejak itu masyarakat mulai mendapatkan manfaat, terutama untuk penghasilan mereka. Di mana lokasi tersebut telah menjadi tempat wisata untuk sekadar menghilangkan penat.
Padahal, awal membersihkan sungai dia dianggap sebagai orang gila. Sebab jika dipikirkan, tidak ada orang mau membenahi sungai milik umum itu.
"Sungai ini punya SDA, tapi saya tidak mengganggu air, justru saya membuat kebaikan. Awalnya juga tidak untuk mengejar profit, tapi seiring waktu dukungan datang dari pemerintah, dan masyarakat setempat banyak yang mendapatkan keuntungan," katanya.
Di sana, Mbah Bagong mengelola kolam koi untuk wisata, sementara kolam ikan mas untuk usaha rumah makannya. Ikan produksi itu dikelolanya dengan konsep menaikkan nilai tambah.
"Saya panen 30 ton ikan mas setiap 4 bulan, dengan pakan 2000 sak, yang per saknya untung 200 ribu. Jadi hitung sendiri keuntungan saya (Rp400 juta)," kata dia.
Adapun selama ini ikan di sungai umum tersebut diketahui tidak pernah "diusili". Menurutnya, hal itu dikarenakan dia selalu berbagi manfaat kepada lingkungannya, sehingga tidak ada yang berani berniat jahat.
"Orang itu kaya itu jangan sendiri, tidak enak kaya sendiri. Maka kalau Anda punya profit, berdayakan semua lingkungan, seperti di sini parkir punya pemuda, tiket masuk punya desa, dan semuanya punya mereka.
Dia berpesan, bagi anak muda yang ingin sukses bisa dimulai dari lingkungan terdekatnya. Selain itu, kata dia, usaha yang dilakukan dengan niat baik tidak akan mengkhianati hasil.
Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (H.R. Bukhari).
"Kalau kita berpikir profit, profit, profit, maka tidak akan mendapatkan uang. Ini filosofi yang saya gunakan, akhirnya Water Gong yang luar biasa ini, profitnya luar biasa."
(bal)