LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (
Kominfo) membuka pelatihan
teknologi finansial (tekfin). Tujuannya untuk mengembangkan bisnis UMKM dan para pelaku usaha.
Kegiatan ini merupakan kerja sama Digital Entrepreneurship Kominfo dengan 10 x 1.000 Tech for Inclusion.
"Kami menyambut baik kerja sama untuk melatih pemimpin tekfin, ahli tekfin dan pegiat tekfin di Indonesia," kata Kepala Sub Kelompok Kerja Digital Entrepreneurship Academy, Kominfo, Riza Azmi, seperti dilansir Antaranews, Selasa (24/5/2022).
Pelatihan tersebut dibuka untuk para pelaku usaha yang menjalankan bisnisnya paling sedikit 3 tahun dan profesional di bidang teknologi finansial atau ekonomi digital.
Baca Juga: Mulailah Investasi di Usia Muda Saat Finansial Belum MapanPendaftaran program ini bisa dilakukan di situs resmi Kominfo untuk Digital Talent. Pelatihan ini akan berlangsung dalam bahasa Inggris selama 3 pekan.
Riza mengatakan program pelatihan ini sesuai untuk pelaku perusahaan rintisan dan wirausahawan dalam bidang layanan keuangan.
10 x 1.000 Tech for Inclusion adalah inisiatif filantropi dari International Finance Corporation (IFC), anggota Grup Bank Dunia, dan Alipay sejak 2018.
Lembaga tersebut bertujuan mendorong perkembangan tekfin secara global dengan memberikan pelatihan pada pelaku tekfin yang sedang berkembang.
Selama tiga pekan pelatihan berlangsung, peserta akan mengikuti tiga modul yang sudah disiapkan, masing-masing bertema pola pikir (mindset), pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skills).
Pendaftaran 10 x 1.000 Fintech Foundation Program Flex dibuka mulai 22 April sampai 30 Mei. Kementerian berencana mengadakan enam gelombang (batch) pelatihan untuk tahun ini.
Gelombang pertama pertama pelatihan mulai bulan Juni, gelombang kedua Juli dan gelombang ketiga Agustus. Gelombang keempat dijadwalkan berlangsung pada September, kelima pada Oktober dan gelombang terakhir pada November.
(bal)