LANGIT7.ID, Jakarta - Seorang muadzin mendapat jaminan mendapat surga. Orang yang mengumandangkan adzan juga dimuliakan oleh Allah pada hari kiamat kelak. Namun tidak banyak dari kita yang mengetahui manfaat tersebut.
Namun pahala dan keutamaan ini bisa didapat bagi mereka yang ikhlas. Artinya merutinkan datang ke masjid lebih awal untuk mengumandangkan adzan, semata-mata berharap ridho Allah subhanahu wata ala.
Beberapa hal ini disampaikan langsung oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepada para sahabat dan diriwayatkan kembali. Amalan tersebut masuk dalam kategori hadist-hadist shahih.
Berikut keutamaan yang didapat muadzin.
1. Dapat Kemuliaan di Hari KiamatRasulullah pernah bersabda: "Sesungguhnya para muadzin itu adalah orang yang paling 'panjang lehernya' pada hari kiamat." (HR Muslim, Ahmad, dan Ibnu Majah). Pengertian 'panjang leher' ini merupakan orang yang paling banyak pahalanya.
Para muadzin ini juga dianggap paling banyak mengharapkan ampunan dari Allah, paling bagus balasan amal perbuatannya, dan orang yang paling dekat Rabb-nya.
2. Jaminan SurgaSahabat Abu Hurairah pernah mengatakan: "Suatu ketika, kami sedang berada bersama Rasul, lalu kami melihat Bilal mengumandangkan adzan. Setelah selesai, Rasulullah kemudian bersabda: "Barang siapa mengatakan seperti ini dengan penuh keyakinan, maka dia dijamin masuk surga." (HR Nasa'i).
Dalam hadist lainnya disebutkan: "Barang siapa yang adzan selama 12 tahun, wajib baginya mendapatkan surga. Setiap adzan yang dilakukannya akan mendapatkan 60 kebaikan. Lalu dengan iqamahnya, ia dicatat mendapatkan 30 kebaikan." (HR Ibnu Majah).
3. Mendapat Ampunan AllahAllah subhanahu wata ala memberikan ampunannya dan pahala berlipat ganda bagi para muadzin. Hal ini juga disampaikan Rasulullah: "Orang yang adzan akan diampuni kesalahannya oleh Allah sepanjang suaranya. Dan, akan menjadi saksi baginya segala apa yang ada di bumi, baik yang kering ataupun yang basah. Sedangkan, orang yang menjadi saksi sholat akan dicatat baginya pahala dua puluh lima sholat dan akan diampuni darinya dosa-dosa antara keduanya." (HR Abu Dawud dan Nasa'i).
(bal)