Langit7, Jakarta - Umat Islam diminta agar dapat memperhatikan isu ekonomi dan pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan. Peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) sagat strategis dalam mendukung hal tersebut. MUI diharapkan dapat membentuk Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas).
Hal itu disampaikan Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin saat penutupan Kongres Ekonomi Umat II MUI, Ahad (12/12).
Baca juga: Sebanyak 29 Ribu Pelanggan Terdampak Erupsi Semeru Kembali Nikmati Listrik PLNMenurutnya, Pinbas di setiap MUI daerah dapat menopang salah satu bidang ekonomi syariah, seperti pengembangan dan perluasan usaha syariah. Tiga sektor lain yang juga turut berkembang adalah industri produk halal, industri keuangan syariah, dan pengembangan dana sosial syariah.
“Pengembangan dan perluasan usaha syariah perlu ditopang oleh program penyamaan pelaku usaha melalui pusat inkubasi bisnis di berbagai daerah. Perlu juga menyediakan infrastruktur ekonomi dan keuangan syariah seperti perbankan, asuransi, pasar modal, dan sebagainya,” ujar Ma’ruf.
Baca juga: Manfaatkan Teknologi, Milenial Ini Hasilkan Produk Pertanian UnggulKetua Dewan Pertimbangan MUI ini juga mengatakan, kehadiran Pinbas akan mendorong realisasi potensi ekonomi syariah di Indonesia. Diharapkan, ekonomi syariah bisa menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi nasional.
Maruf menekankan, guna meraih cita-cita Indonesia sebagai pusat halal dunia pada 2024, masih dibutuhkan banyak terobosan dan inovasi baru. Melalui KEU II MUI, kata dia, menjadi langkah awal untuk mewujudkannya.
"Ekonomi syariah juga harus menjadi ekonomi inklusif yang ramah untuk semua golongan. Kita ingin melihat pertumbuhan ekonomi yang dapat mengurangi ketimpangan baik dari sisi pendapatan, gender, maupun wilayah,” harapnya.
Baca juga: BSI Berdayakan Generasi Muda Perkuat Ekonomi MasjidMenurutnya, perubahan iklim menjadi tantangan tersendiri. Untuk itu, pihaknya mendorong agar ekonomi yang dibangun semakin ramah lingkungan.
“Perubahan iklim dapat membawa dampak buruk pada banyak sektor perekonomian. Kita ingin maju bersama, sejahtera bersama, tidak ada yang tertinggal apalagi dalam kondisi kemiskinan ekstrem. Untuk itu, sistem keuangan, khususnya keuangan syariah, juga harus inklusif,” imbuhnya.
(zul)