LANGIT7.ID, Jakarta - Musibah hilangnya
Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril saat berenang di
Sungai Aare, kota Bern, Swiss memantik banyak hikmah. Salah satunya adalah pentingnya mengetahui risiko dan teknik berenang di perairan terbuka.
Syawaludin Alisyahbana Harahap, Dosen dan pengajar renang di Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran mengatakan meskipun terlihat tenang, sungai menyimpan banyak bahaya. Berenang di perairan terbuka memiliki risiko lebih besar dibandingkan berenang di perairan terbatas (
confined waters) seperti di kolam.
Baca Juga: Pencarian Eril, Tim Penyelam dan Drone Dikerahkan Sepanjang Sungai"Kita mungkin tidak mengetahui banyak informasi tentang situasi dan kondisinya. Dan bisa terjadi perubahan kondisi yang tiba-tiba," kata Syawal dilansir laman resmi Unpad, Selasa (31/5/2022).
Pemegang sertifikat instruktur selam level internasional dari Association of Diving School International (ADSI) itu menjelaskan, ada dua faktor risiko yang wajib diketahui saat berenang di sungai. Risiko pertama berasal dari faktor alam, seperti adanya arus maupun kedalaman sungai yang tidak diketahui.
Kemudian kualitas air yang mungkin saja mengandung cemaran, hingga adanya biota (tumbuhan dan hewan) yang berbahaya juga termasuk risiko alam. Sementara risiko kedua berasal dari kondisi manusianya, seperti tingkat keterampilan renang, daya tahan tubuh, hingga faktor kewaspadaan.
Salah satu risiko yang kerap terjadi saat berenang di sungai adalah adanya arus yang tiba-tiba deras. Satu di antara penyebabnya adalah terjadinya hujan di area hulu yang menyebabkan air sungai menjadi meluap dan bergerak menuju hilir.
Baca Juga: Arus Deras Sungai Aare, Begini Tindakan Preventif Pemerintah SwissDosen yang mengantongi sertifikat instruktur selam level internasional dari Association of Diving School International (ADSI) itu mengatakan, ketika dihadapkan pada air sungai yang tiba-tiba deras, perenang harus segera naik ke darat dan menjauhi tepi sungai. Jika arus sempat menyeret tubuh kita, maka jangan panik berlebihan.
"Segera bergerak/berenang untuk mencapai tepi dan jangan melawan arus. Setelah mencapai tepi, segera naik ke darat," ujar Syawal.
Selain itu, jika memungkinkan, mintalah bantuan kepada orang-orang yang ada di darat dengan cara berteriak dan melambai-lambaikan tangan. Karenanya, keberadaan pendamping saat berenang di perairan terbuka sangat penting.
"Harus ada pendamping yang selalu mengawasi dan mampu menolong saat dibutuhkan. Mematuhi aturan yang diterapkan di lokasi, serta menggunakan alat bantu renang seperti pelampung jika dibutuhkan," tuturnya.
Baca Juga:
Mengenal Sungai Aare Swiss, Tempat Anak Sulung Ridwan Kamil Hilang
Serupa tapi Tak Sama, Ini 11 Sungai Menakjubkan Selain Aare Swiss(asf)