LANGIT7.ID, Jakarta - Masalah vaksinasi di Indonesia terkendala kecepatan proses vaksinasi yang masih jauh dari target. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Biofarma, Honesti Basyir dalam webinar Gerakan Nasional (Gernas) Covid-19 MUI, Selasa (3/8).
"Kita berupaya mengajak semua masyarakat sadar pentingnya percepatan vaksiansi ini. BUMN Farmasi akan terus mendorong ketersediaan vaksin mulai dari produksi biofarma, perjanjian jual beli dari pengembang, maupun hibah dari WHO (World Health Organization), dan negara-negara sahabat,” kata Basyir.
Pada kesempatan sama, Staf Khusus Kemensos RI, Fauzan Amar menyebutkan Kemensos saat ini terus membereskan masalah pendataan warga sebagian masih berantakan di Dukcapil Kemendagri. Menurut dia, banyak masalah nama ganda, nama yang hanya dua huruf, dan nama yang bercampur angka.
“Kemensos melakukan sinkronisasi penerimaan bantuan dengan NIK di kementerian dalam negeri, itu ada data ganda. Maka kami sedang madanan dengan NIK guna mempercepat penyaluran bantuan sosial ke masyarakat,” ujarnya.
Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ibnu Hajar menambahkan ACT terus bekerjasama dengan MUI dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19. Dia mengungkapkan, seratus empat kantor ACT di seluruh Indonesia disiagakan untuk mendukung kesuksesan Gernas MUI.
“Kami sudah menyiapkan lima ribu lebih relawan di Jawa. Kami merasa berbangga bahwa kegiatan ini murni kemanusiaan,” ujar Ibnu.
(sof)