LANGIT7.ID - Duduk di lantai atau lesehen tak bisa dipisahkan dari kebiasaan umat Islam, juga masyarakat Indonesia, sebab itu budaya asli bangsa jauh sebelum tempat duduk berkaki, seperti sofa masuk dan hadir di sebagian ruang tamu keluarga Indonesia.
Gaya duduk tradisional ini jauh lebih nyaman bagi sebagian orang karena terasa akrab dan rileks. Setiap negara, atau daerah di Indonesia memiliki gaya duduk lesehen tersendiri, tapi apa pun itu prinsipnya sama, yakni simple, ramah, dan mengakomodasi banyak orang.
Lesehan layak diadopsi dalam penataan interior. Hasilnya pun tak kalah stylish dibanding ruang dengan tempat duduk tinggi. Jika bingung bagaimana mengeksekusinya berikut sumber-sumber inspirasi menurut
Home Syncronization.
1. Hadirkan dipan sofa rendah gaya Arab. Untuk dipan bisa dirancang atau dibuat dengan pertolongan perajin perabot
![5 Tips Hadirkan Sofa Lesehan dalam Gaya Kontemporer]()
2. Masih tak ingin meninggalkan sofa? pilihlah tempat duduk sofa persegi panjang dengan desain tepi lurus dengan kaki rendah. Desainnya memberi sugesti duduk seperti lesehan.
3. Ingin tampilan formal, pilih warna solid polos untuk menutupi busa tempat duduk.
![5 Tips Hadirkan Sofa Lesehan dalam Gaya Kontemporer]()
4. Sementara untuk kesan kasual padukan berbagai warna dan motif pada penutup busa tempat duduk.
![5 Tips Hadirkan Sofa Lesehan dalam Gaya Kontemporer]()
Kunci untuk membuat tempat duduk lesehan adalah meniru gaya tradisional termasuk mengadopsi pola motif dan warna yang berasal dari wilayah tersebut. Gaya Timur Tengah? Mengapa tidak?
5. Anda tentu bisa membuat sendiri dengan membeli kain pelapis sofa sesuai keinginan plus busa dengan ketinggian yang diinginkan lalu meminta perajin sofa menggarapnya.
![5 Tips Hadirkan Sofa Lesehan dalam Gaya Kontemporer]()
Foto di bawah adalah contoh dari
Barjis Design, intepretasi modern tempat duduk lesehan yang diinspirasi dari kerajinan sulam Palestina.
![5 Tips Hadirkan Sofa Lesehan dalam Gaya Kontemporer]()
(arp)