LANGIT7.ID, Jakarta - Penceramah,
Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan, asal-usul lengan kanan
pakaian ihram pria terbuka. Perintah itu bermula saat perjanjian Hudaibiyah.
Saat itu, Abu Sofyan yang belum memeluk Islam menyebar hoaks dengan mengatakan kaum muslimin terserang penyakit kuning menular, yang menggambarkan kelemahan fisik.
Adapun Perjanjian Hudaibiyah merupakan gencatan senjata antara Makkah dengan Madinah selama 10 tahun. Di mana warga Makkah yang menyeberang ke Madinah tanpa izin walinya harus dikembalikan, sementara warga Madinah yang menyeberang ke Makkah tidak boleh kembali ke Madinah.
"Tujuan Abu Sofyan menyebar itu agar orang-orang Makkah mau keluar dari tempatnya, karena dia khawatir orang-orang yang ke Makkah akan masuk Islam," ujar dia dikanal YouTubenya, Ahad (5/6/2022).
Baca Juga: 2.735 Calon Jemaah Haji asal Indonesia Tiba di MadinahNabi Muhammad SAW yang mendengar itu lantas mengatakan: "Allah akan merahmati pada hari ini, bagi siapa pun yang menunjukkan kekuatannya." Saat itulah perintah datang agar kaum muslim menunjukkan kekuatannya dengan melipat pakaian ihram di bawah ketiak kanan.
"Lalu umat Islam diperintah untuk berlari kecil sementara tawaf. Lari kecil di sini lebih banyak menggunakan tenaga, sehingga berbeda dengan lari cepat," ujarnya.
Pada saat muslimin melakukan perintah itu, maka timbul keheranan di mata kaum Quraisy. Di mana timbul perdebatan di tengah mereka karena melihat kekuatan kaum muslimin yang sebelumnya dikatakan terserang penyakit kuning.
"Kekuatan fisik itu ditunjukkan kaum muslimin sambil membaca talbiyah, sehingga membantah isu yang tadi dikatakan Abu Sofyan. Hal itu bahkan masih dilakukan oleh jemaah di zaman ini dan menjadi sunnah sampai sekarang," ujar dia.
(bal)