LANGIT7.ID, Jakarta -
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak disebutkan memang mudah menular, tetapi angka kematiannya rendah, yakni di bawah lima persen.
Guru Besar Imunologi Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB, Prof I Wayan Teguh Wibawan mengatakan, penanganan dini terhadap PMK akan sangat menolong dan memberikan tingkat kesembuhan tinggi.
"Beberapa obat yang bisa diberikan untuk PMK seperti antibiotik, anti radang dan vitamin untuk meningkatkan kekebalan tubuh,” ujar dia dalam keterangannya, Ahad (5/6/2022).
Dia menyebutkan, kunci utama penanganan PMK bisa dilakukan dengan mengendalikan lalu lintas ternak, penerapan biosekuriti yang ketat, serta pelaksanaan vaksinasi.
Baca Juga: Musim Kurban Sudah Dekat, Ini Panduan agar Hewan Kurban Tak Terpapar PMKSementara itu, Drh Pebi Purwo Suseno dari Direktorat Kesehatan Hewan Ditjen PKH Kementerian Pertanian menambahkan, sapi yang terjangkit PMK akan menunjukkan gejala yang sangat jelas. Sementara domba dan kambing sebaliknya, yaitu tidak menunjukkan gejala klinis yang jelas.
Adapun prinsip pencegahan penularan PMK bisa dilakukan dengan mencegah kontak hewan peka tersebut dengan virus PMK. Juga menghentikan sirkulasi atau produksi virus PMK dan vaksinasi hewan ternak.
"Biosekuriti adalah upaya utama dalam pencegahan. Jadi hewan dapat ditransportasikan setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan berwenang, dan mendapatkan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH)," jelasnya.
Sedangkan untuk daging, kata dia, bila bersumber dari penderita PMK yang tidak sengaja tersembelih, masih aman dan tidak membahayakan bagi manusia untuk dikonsumsi.
(bal)