LANGIT7.ID, Jakarta - Memasuki musim kurban, para peternak hewan, terutama sapi, dihantui
penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak.Ribuan hewan ternak di berbagai daerah dilaporkan mati akibat PMK.
Berdasarkan catatan Kementerian Pertanian (Kementan), saat ini ada 2 wilayah DKI Jakarta terpapar PMK yakni Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat. Data per 22 Mei lalu, jumlah provinsi yang terpapar PMK ada 16 yakni Aceh, Bangka Belitung, Banten, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Riau, dan Sumatera Utara.
CEO Tobian Farm, Muhammad Fahmi Idris, S.Pt, memberikan tips kepada umat Islam dalam memilih hewan kurban yang sehat. Dia menyebut PMK mirip diabetes yang menjangkiti manusia.
Baca Juga: Serang Sapi dan Kambing, Begini Cara Pencegahan PMK
Ciri hewan ternak yang menderita PMK bisa dilihat dari luka yang diderita. Misal ada luka di mulut, kulit, atau kaki yang sulit disembuhkan. Namun, bisa lebih spesifik mengecek ke bagian mulut dan lidah.
"Bagian lidah itu biasanya mengelupas di bagian kulit bagian luar dan cenderung sariawan, tapi tidak sembuh-sembuh. Kejadian paling ekstrim sih tiba-tiba mati, apalagi
recovery PMK itu susah," kata Fahmi kepada LANGIT7.ID, Selasa (7/6/2022).
Salah satu sebab PMK ialah akibat kandang yang kotor. Maka itu, dia menyarankan umat Islam yang hendak membeli hewan kurban untuk melihat kandang terlebih dahulu. Jika kandang kotor, maka ada kemungkinan terjangkit PMK.
"Kalau kandangnya bersih itu kecil kemungkinan bisa terjangkit PMK," kata Fahmi.
Baca Juga: Musim Kurban Sudah Dekat, Ini Panduan agar Hewan Kurban Tak Terpapar PMK
Namun dia mengingatkan, penyebaran PMK tak hanya melalui kandang yang kotor, tapi juga lewat udara. PMK mirip wabah yang mudah menyebar. Penyebarannya cepat menular ke mana-mana.
"Kalau melihat sapi yang sehat itu pasti bulunya mengkilap, bersih, dan tidak kusam. Itu ciri-ciri menandakan sapi atau ternak itu sehat. Dia juga lahap makan, tidak ada lesu. Matanya juga juga bersinar, artinya pupilnya bisa dilihat," tutur Fahmi.
Hewan ternak yang terjangkit PMK bisa dilihat dari kondisi hewan. Misal, hewan tersebut lesu, tidak nafsu makan, sering tidur, dan badan sering nempel di tanah dalam waktu lama. Itu menjadi ciri hewan ternak terjangkit penyakit, secara umum.
"PMK itu sebenarnya yang muncul, dan gejalanya seperti orang diabetes. Kalau ada luka, di kulit, itu susah ter-
recovery. Biasanya penanganan PMK itu hanya bisa dilakukan dengan vaksin," tutur Fahmi.
(jqf)