LANGIT7.ID, Jakarta - Bagi para orangtua yang memutuskan untuk memasukkan sang buah hati ke
pondok pesantren harus melakukan berbagai persiapan terlebih dulu. Berikut persiapannya.
Persiapan masuk ke pondok pesantren akan berbeda dari sekolah pada umumnya. Pasalnya, sang anak akan belajar hidup mandiri dan jauh dari orang tua.
Mulai dari belajar memanajemen kehidupannya sendiri, seperti keuangan, waktu, kegiatan, cara memilih teman, dan lainnya. Untuk itu, ada beberapa persiapan yang harus diperhatikan bagi orang tua sebelum memasukkan anak ke pesantren.
Baca Juga: 105 Ponpes Siap Bentuk Badan Usaha Milik PesantrenBerikut beberapa persiapan yang harus dilakukan orang tua sebelum memasukkan anak ke pesantren.
1. NiatMinimal, orang tua harus tahu bahwa memberikan pendidikan kepada anak merupakan kewajiban. Keterbatasan dalam ilmu agama juga bisa menjadi alasan memasukkan anak ke pesantren.
Orang tua juga harus betul-betul ikhlas bahwa anak nantinya akan belajar ilmu agama dengan baik. Jadi, jangan salah niat memasukkan anak ke pesantren karena kenakalan mereka.
Pasalnya, pondok pesantren bukan bengkel anak yang bisa memperbaiki kenakalan. Jadikan niat memasukkan anak ke pondok pesantren untuk kebaikan dan demi ilmu agama.
2. Persiapkan anak sampai akil balighUsia ideal memasukkan anak ke pondok pesantren adalah ketika mereka sudah lulus SD atau SMP. Tujuannya memberikan batasan pergaulan yang kurang baik di usia remaja mereka.
Pasalnya, ketika anak mulai masuk usia 14 tahun atau SMA, pergaulan mereka akan semakin luas dengan tingkat emosi yang masih labil. Untuk itu, mengisi pergaulan mereka dengan ilmu agama akan membentengi diri dari perbuatan maksiat sejak dini.
3. Bekal kemandirian dari rumahArtinya, anak di pondok pesantren akan terbiasa membawa kebiasaannya di rumah ketika mereka masuk di pondok pesantren. Untuk itu, orang tua juga harus mempersiapkan bekal kemandirian dan tanggung jawab anak melalui pendidikan saat di rumah.
Sebab seperti disebutkan sebelumnya, pesantren bukanlah satu-satunya alasan yang bisa merubah anak menjadi lebih mandiri. Tetap ada andil dari orang tua dalam memberi pendidikan di rumah.
Kendati demikian, pesantren bisa menjadi wadah untuk mengasah dan menajamkan kemandirian sang anak agar lebih matang. Termasuk kebiasaan ibadah yang akan lebih baik ketika anak masuk pesantren.
4. SurveiBelakangan citra pesantren sedikit terusik akibat terjadinya kasus pelecehan. Untuk itu, orang tua juga wajib melakukan survei dan mengetahui latar belakang pesantren tersebut.
Mulai dari lingkungan, sistem pendidikan, tempat tinggal, dan lainnya. Sehingga, hal itu bisa menjadi tolok ukur kualitas dan profesionalitas baik pesantren itu sendiri maupun tenaga pengajarnya.
5. Batasi manjaDalam hal ini, orang tua harus bisa membatasi keinginan sang anak dalam urusan tertentu. Salah satunya membatasi untuk selalu memberikan dan menuruti apa yang mereka minta.
Sebab, di pesantren mereka akan dilatih kemandirian. Bahkan, ketika selesai makan mereka harus mencuci piringnya sendiri.
Bukan berarti tidak sayang kepada si buah hati, melainkan lebih kepada membatasi manja yang diberikan kepada anak. Sehingga mereka diharapkan bisa terbiasa dan tidak menjadi anak baperan ketika hidup jauh dari orang tua.
(bal)