LANGIT7, Batang - Presiden
Joko Widodo (Jokowi) menjajal mobil listrik yang rencananya menjadi kendaraan resmi para pemimpin berbagai negara pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, di Bali, November 2022. Presiden mencoba
mobil listrik tersebut bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng).
Selepas mendarat di Pangkalan Udara Utama TNI AD Ahmad Yani di Kota Semarang, Presiden Jokowi dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Batang. Setelah keluar Gerbang Tol Gringsing, Batang, Presiden dan Ibu Iriana kemudian berganti kendaraan dengan mobil bertenaga listrik lalu meninjau proyek KCC Glass di KITB.
Baca Juga: Formula E Sukses Digelar, Jokowi: Ini Tontonan Masa Depan"Tadi saya nyoba mobil listriknya Genesis dari Hyundai. Saya kira halus, enggak ada suaranya," kata Jokowi dalam keterangannya di kawasan proyek KCC Glass, Rabu (8/6/2022).
Mobil listrik tersebut dibekali baterai litium-ion berkapasitas 87,2 kWh dengan daya 272 kW atau setara 200 tk dan torsi 700 Nm. Tenaga tersebut disalurkan ke semua roda dengan sistem penggerak e-AWD. Dengan figur tersebut, mobil listrik ini bisa berakselerasi dari 0 ke 100 Kpj dalam waktu 4,9 detik saja sehingga sangat cocok bila harus berakselerasi karena kebutuhan darurat.
Dalam kesempatan itu, Jokowi mengatakan kendaraan listrik merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun sebuah ekosistem yang besar dari hulu sampai ke hilir. Mulai dari penambangan nikel, pembangunan
smelter,
refinery, pembangunan industri katoda dan prekursornya.
"Kemudian masuk ke litium baterai, EV baterainya, baterai listriknya, terus ke mobilnya. Setelah mobilnya juga masih ada lagi tambahan, yaitu recycle baterai listriknya sehingga ini betul-betul dari hulu ke hilir semuanya dalam sebuah ekosistem besar yang ingin kita kerjakan," ungkap Jokowi.
Terkait harga mobil listrik yang masih terbilang mahal bagi masyarakat umum, Jokowi meyakini ke depannya akan terjangkau seiring berkembangnya teknologi. Terlebih jika ekosistem dari hulu ke hilir sudah dibangun di Indonesia.
Baca Juga: Luhut Tawarkan Elon Musk Investasi Green Product di Kaltara"Karena memang harga hampir 50 persen harga dari mobil itu
cost-nya ada di baterainya. Kalau nanti ketemu teknologi terbaru, harga baterainya akan makin murah, makin murah, makin murah," ujarnya.
"Apalagi dibangun di Indonesia, di tempat di mana nikelnya itu ada, kobaltnya ada, sehingga semuanya dikerjakan dari hulu sampai hilir itu akan bisa menekan cost yang paling murah sehingga kompetitif. Saya kira ini masalah teknologi saja," lanjut Jokowi.
Selain Presiden dan Ibu Iriana, tampak menaiki mobil listrik juga yaitu Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta Direktur Utama PT PP (Persero) Novel Arsyad. Ketiganya berada dalam satu mobil.
Di mobil listrik lainnya, tampak Menteri BUMN Erick Thohir duduk bersama dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. Adapun Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menumpangi mobil listrik lainnya bersama dengan istrinya.
Baca Juga:
Bahlil: Tesla Bakal Investasi Baterai dan Mobil Listrik di Indonesia
JATAM Desak Investasi Nikel Tesla Tidak Gunakan PLTU dan Buang Limbah ke Laut(asf)