LANGIT7.ID, Jakarta - Salah satu ketakutan dan kesedihan terbesar orangtua adalah memakamkan buah hatinya. Inilah yang kini dialami Gubernur Jawa Barat,
Ridwan Kamil bersama istrinya, Atalia Praratya.
Emil, sapaan akrab gubernur, memakamkan putra sulungnya,
Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, Senin (13/6/2022). Jenazah Eril yang wafat akibat tenggelam di Sungai Aare, Swiss dikebumikan di di area Islamic Center milik keluarga besar Ridwan Kamil di Cimaung, Kabupaten Bandung.
Baca Juga: Ridwan Kamil: Selamat Jalan Eril"Eril pasti sangat bahagia dan tenang. Kami orang tuanya sudah sangat ikhlas dan mengucapkan syukur alhamdulillah di tempatkan di tempat dan proses yang baik," tutur RK usai prosesi pemakaman.
Proses pencarian jasad Eril berjalan dua pekan sejak dinyatakan hilang oleh kepolisian Bern. Kepolisian Bern menemukan jenazah Eril pada pada Rabu (8/6/2022) pukul 06.50 pagi waktu setempat.
![Momen RK Gandeng Tangan Atalia, Saling Kuatkan Atas Kepergian Eril]()
Dari proses pencarian sampai pemakaman, RK dan
Atalia terlihat senantiasa saling menguatkan. Atalia turut menemani RK menyusuri Sungai Aare sebelum akhirnya merelakan Eril dengan melantunkan doadi tepian sungai.
Baca Juga: Melepas Kepergian Eril, Atalia Praratya Tulis Pesan HaruMomen saling menguatkan tersebut juga terlihat saat RK dan keluarga menggelar doa bersama pada Ahad silam. Ketegaran pasangan Jabar 1 tersebut diabadikan oleh konten kreator Tik Tok, Info Bandung Kota.
Dalam video yang diunggah, terlihat RK menggandeng tangan Atalia sambil menyapa warga yang hadir berbela sungkawa. Keduanya mengenakan setelan berwarana hitam menegaskan suasana duka yang menyelimuti.
“Momen saat Kang Emil dan Bu Cinta menghampiri dan menyapa warga yang turut berbelasungkawa di Gedung Pakuan Kota Bandung,” tulis infobadnungkota dikutip Senin (13/6/2022).
Saat menuju Gedung Pakuan, Emil terlihat sering berjalan menundukkan kepala. Menyiratkan kepasrahan atas ketetapan yang berlaku pada buah hatinya, Eril.
Baca Juga: 14 Hari Terakhir Jadi Waktu yang Panjang Bagi Ridwan KamilSelama 14 hari terakhir ini, Emil merasakan ini menjadi waktu yang panjang bagi dia dan keluarga. Waktu tersebut ketika Eril hilang di Sungai Aare.
"Waktu 14 hari bisa terasa pendek dalam rutin sehari-haru. Tapi 14 hari ini menjadi panjang dalam kehidupan kami. Kami bertanya kenapa harus selama ini, mengapa tidak cepat agar lekas berlalu," kata dia saat menyampaikan sepenggal rasa cintanya usai pemakaman.
Dari situ, dia mengambil hikmah bahwa waktu merupakan rahasia Allah. Apalagi kelahiran dan kematian. Pada akhirnya, hanya rasa syukur yang bisa diungkapkan atas segala hikmah. "Akhirnya kami menemukan dengan hati lapang. Dalam 14 hari yang melelahkan, kami mendapatkan banyak pelajaran dan mendapatkan banyak kearifan," ujarnya.
Baca Juga:
Ridwan Kamil: Eril Telah Selesaikan Tugas di Dunia, Tidak Kurang Tidak Lebih
Setelan Serba Hitam, Ridwan Kamil Antarkan Jenazah Eril ke Permakaman(asf)