LANGIT7.ID - Umat Islam di seluruh dunia tengah menyambut musim haji 1443 H. Tentu kebahagiaan luar biasa bagi orang yang bisa berangkat ke Masjidil Haram melihat ka’bah secara langsung.
Pakar Fikih Kontemporer Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. KH Ahmad Zahro, mengatakan, Allah Ta’ala menyediakan pahala besar bagi orang yang datang ke tanah suci, meski hanya dengan melihat
kakbah saja. Ini tidak terkhusus pada musi haji saja, namun hal serupa berlaku pada waktu-waktu lain.
“Sebagai muslim sudah puas kalau sudah melihat
kakbah. Melihat kakbah itu pahalanya besar sekali. Ada hadits shahihnya,” kata Ahmad Zahro di kanal Youtube-nya, Kamis (16/6/2022)
Baca Juga: Terharu Pertama Lihat Kakbah, Tangis Jemaah Haji asal Pati Pecah
Dia mengutip sebuah hadits yang menjelaskan, pahala terbesar di Masjidil Haram adalah Thawaf dengan 60% pahala, kemudian shalat 40% pahala, lalu melihat kakbah 20%. Dan melihat
kakbah pahalanya setara shalat sunnah.
“Apalagi kalau sambil dzikir. Itu bukan berarti mengkultuskan
kakbah, tapi hanya ikut ajaran syariat yang dibawa oleh Rasulullah, bahwa kakbah pusat konsentrasi ibadah seorang muslim,” kata Zahro.
Rasulullah SAW bersabda, “Setiap sehari semalam Allah menurunkan 120 rahmat atas Baitullah. 60 rahmat untuk yang melakukan thawaf, 40 untuk yang melakukan shalat, dan yang 20 untuk yang memandang
Kakbah.” (HR Thabrani).
Baca Juga: Kiswah Kain Penutup Kakbah Diangkat Jelang Haji, Ini Alasannya
Dalam riwayat lain, dari Abdullah bin Abbas RA pernah berkata, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya dalam setiap hari, siang dan malam, 120 rahmat Allah turun di atas Kakbah ini. 60 di antaranya untuk orang-orang yang thawaf, 40 untuk orang-orang yang shalat, dan 20 untuk orang yang memandanginya.” (HR Ibnu Ady dan Baihaqi, Durrul-Mantsur).
“Melihat Kakbah saja merupakan ibadah,” kata Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi dalam kitabnya Fadhilah Haji.
(jqf)