LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 5 tips memilih
hewan kurban sehat di tengah wabah PMK. Sebab saat hewan yang dikurbankan harus lah yang terbaik, sehingga jangan sampai salah pilih.
Wabah PMK dicirikan dengan lepuhan berisi cairan atau luka pada lidah, gusi, hidung, air liur berlebihan, luka dengan lepasnya kuku sehingga hewan tidak mampu berjalan atau pincang dan hilang nafsu makan.
Meskipun Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tidak menular pada manusia, akan tetapi wabah ini menular dari kepada hewan lain baik melalui kontak langsung ataupun kontak tidak langsung secara cepat.
Di dalam syariat Islam, kriteria hewan kurban harus memenuhi dua aspek yaitu kriteria fisik dan kriteria umur.
Baca Juga: Hewan Kurban Terjangkit PMK, Bolehkah Dagingnya Dikonsumsi?Dari segi umur, hewan kurban memiliki kriteria berbeda. Usia minimal untuk unta adalah lima tahun, untuk sapi dua tahun, dan untuk kambing satu tahun.
Adapun kriteria fisik antara lain yaitu dari segi kesehatan, dan tidak cacat. Rangkuman dari berbagai hadis Nabi Muhammad Saw, hewan kurban yang layak adalah yang berciri berikut:
Bertanduk lengkap (al-aqran), gemuk badannya atau berdaging (samin), warna putihnya lebih banyak daripada warna hitamnya (al-amlah).
Karena itu, hewan yang tidak layak dijadikan hewan kurban adalah hewan yang buta salah satu matanya (al-‘auraa), hewan yang sakit (al-mardhoh), hewan yang pincang (al-‘arja), dan hewan yang kurus kering dan kotor (al-kasir).
Tak kalah penting, hewan kurban harus jelas asal-usulnya. Yakni apakah hewan itu benar-benar milik sendiri yang diperoleh melalui cara ternak atau jual beli yang sah.
Lalu bagaimana cara memilih hewan kurban sehat di tengah wabah PMK? Berikut tips yang bisa jadi pedoman umat Islam:
1. Hewan dilihat dari sisi kanan, kiri depan dan belakang untuk melihat kondisi fisiknya.
2. Sebelum membeli hewan, pembeli dapat meminta pedagang untuk menjalankan hewan yang mau dibeli.
3. Perlu memeriksa kaki dan kuku hewan kurban.
4. Memberikan pakan pada hewan, dan memeriksa secara seksama lubang tubuh dan mata.
5. Memeriksa cermin hidung, apabila kering maka menunjukkan hewat tersebut sakit atau demam. Lanjut dia mengatakan, syarat hewan kurban berikutnya adalah tidak cacat.
(bal)