LANGIT7.ID, Jakarta - Bakrie Amanah bekerja sama dengan Yatim Mandiri membangun hunian sementara (huntara) untuk penyintas erupsi Gunung Semeru. Total 31 hunian sementara yang dibangun di Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur.
Kepala Divisi Program Bakrie Amanah, Mochamad Noerhakim mengatakan peresmian huntara ini menjadi titik awal kebangkitan masyarakat. Sebab banyak masyarakat yang kehilangan tempat tinggal karena rusak akibat terkena erupsi.
"Sejalan dengan tujuan Bakrie Amanah untuk bisa menemui solusi atas kesejahteraan masyarakat, alhamdulillah bekerjasama dengan Yatim Mandiri kami bisa membangun unit-unit hunian sementara untuk para penyintas," ujar Noerhakim dalam keterangan yang diterima Langit7, Jumat (17/6/2022).
Baca Juga: Bakrie Amanah Selenggarakan 196 Event Selama Ramadhan 2022Lebih lanjut, Noerhakim menyampaikan sebanyak 10 rumah telah selesai dibangun dan siap untuk dihuni. Pemberian kunci dilakukan secara seremonial dilanjutkan dengan pembangunan tahap kedua.
Ia menjelaskan Bakrie Amanah berkomitmen terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah penyintas bencana. Hal itu telah dimulai dengan pengiriman bantuan cepat pada pekan pertama bencana.
"Pada saat itu kami melakukan aktifitas kemanusiaan seperti operasi SAR gabungan, memberikan layanan kesehatan, mengadakan layanan
psychological untuk anak-anak, mendistribusikan obat-obatan, masker, rendang kaleng dan melakukan sosial mapping area," katanya.
Baca Juga: Cerita WNI Berhaji dari UK: Tak Ada Masa Tunggu dan Diprioritaskan Saat Ibadah HajiGeneral Manager Yatim Mandiri, Sugeng Riyadi berharap bantuan huntara dapat membantu membangkitkan semangat masyarakat sehingga bisa kembali hidup normal.
"Bertumbuhnya ekonomi masyarakat juga menjadi harapan kita semua, program huntara yang kita sinergikan dengan Laz Bakrie ini atas dasar ta'awun (tolong menolong). Wa ta'aa wanuu 'alalbirri wattaqwaa, wa ta'aa wanuu 'alal itsmi wal'udwaan, wattaqullaah," ujar Sugeng.
"Harapan ke depan kolaborasi dapat dirajut di tahun tahun yang akan datang," tuturnya.
Program Hunian Sementara dibangun di atas tanah relokasi yang telah diatur oleh Kementerian PUPR sehingga peta lokasi titik sebaran rumah-rumah hunian lebih tertata rapih. Pembangunan dimulai dari drainase dan juga instalasi listrik yang memadai.
Baca Juga: Masuk Hari ke-13, Ini Imbauan bagi Jemaah Haji di Madinah & Makkah(zhd)