LANGIT7.ID, Jakarta - Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan
Idul Adha jatuh pada Sabtu, 9 Juli 2022. Dalam penetapan itu, Muhammadiyah menggunakan metode hisab wujudul hilal.
Keputusan tersebut berdasarkan maklumat Nomor 01/MLM/I.O/E/2022 tentang penetapan hasil hisab ramadan, syawal, dan Zulhijjah 1443 H.
Berdasarkan hisab pada Rabu Legi, 29 Zulkaidah 1443 H bertepatan 29 Juni 2022 M, ijtimak jelang Zulhijjah terjadi pada pukul 09:55:07 WIB. Tinggi bulan pada saat matahari terbenam di Yogyakarta (f = -07° 48¢ LS dan l = 110° 21¢ BT ) = +01° 58¢ 28² (hilal sudah wujud), dan di seluruh wilayah Indonesia saat matahari terbenam bulan berada di atas ufuk.
Baca Juga: Hari Raya Idul Adha Berpotensi Berbeda, Ini Penjelasan BRIN
Dalam ajaran Islam, Zulhijjah merupakan bulan istimewa karena bertetapan dengan hari raya Idul Adha. Pada hari itu, semua umat Islam di seluruh dunia bergembira merayakan hari kebahagiaan.
Tak hanya itu, ada beberapa momen spesial di mana seorang muslim dituntunkan melakukan beberapa amalan. Nah, Berikut ini beberapa amalan yang bisa dilakukan pada bulan Zulhijjah:
1. Hari Arafah pada 9 Zulhijjah (8 Juli 2022)
Hari Arafah bukan hari Istimewa bagi orang wukuf di Arafah saja saat menjalankan ibadah haji. Hari Ini Istimewa bagi semua umat Islam. Bagi yang tidak wukuf ada banyak amalan yang bisa dilakukan, di antaranya.
Amalan utama tentu puasa Arafah. Puasa dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah. Dalam hadits, puasa ini bisa menghapus dosa selama 2 tahun.
Baca Juga: Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Zulhijah pada 29 Juni 2022
Pada hari itu juga doa lebih banyak dikabulkan, maka setiap umat Islam dianjurkan memperbanyak doa kepada Allah Ta’ala pada hari itu. Rasulullah SAW bersabda:
“Doa paling utama pada hari Arafah dan kalimat paling utama yang saya baca dan para nabi sebelum saya adalah ‘
la ilaha illallah wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai-in qadir.” (HR Muslim).
Pada hari ini juga umat Islam dianjurkan untuk bertakbir. Takbir ini dimulai pada hari Arafah sampai hari Tasyrik selesai. Dalam sebuah hadits diceritakan:
Dari Abdullah bin Umar, dia berkata, “Kami pagi-pagi bersama Rasulullah SAW dari Mina menuju Arafah, di antara kami ada yang bertalbiyah dan di antara kami ada yang bertakbir.” (HR Muslim).
2. Hari Nahr pada 10 Zulhijjah (9 Juli 2022) Pada 10 Zulhijjah semua umat Islam di seluruh dunia menggelar shalat Idul Adha. Sementara jamaah haji wukuf di Arafah hingga mabit di Muzdhalifah.
Selain itu, ada juga kurban. Dalam hadits dijelaskan, Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah pada hari nahr manusia bermalam suatu amalan yang lebih dicintai Allah Ta’ala daripada mengalirkan darah dari hewan kurban. Dia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, rambut hewan kurban tersebut. Dan sungguh, Darah tersebut akan sampai kepada (ridha) Allah Ta’ala sebelum tetesan Darah itu jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban.” (HR Tirmidzi).
Baca Juga: Dasar Hukum Perintah Berkurban saat Idul Adha, Ini Hikmahnya
3. Hari Tasyrik 11, 12, 13 Zulhijjah (10, 11, 12 Juli 2022) Pada hari Tasyrik umat Islam dilarang berpuasa. Sebab, hari tasyrik disebut sebagai hari makan dan minum. Ini merupakan pendapat yang lebih dikuatkan dalam mazhab Syafi’i.
Pada hari ini juga proses pemotongan hewan kurban bisa dilanjutkan. Jadi, ada 4 hari penyembelihan. Mulai dari hari nahr dan hari Tasyrik. Rasulullah bersabda, “Di setiap hari Tasyrik, boleh menyembelih.”
(jqf)