LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun infrastruktur jalan tol sebagai aksesibilitas pendukung pendistribusian barang dan jasa, sehingga dapat terus menjadi solusi dan tumpuan menjaga pertumbuhan ekonomi yang positif dengan terhubung ke kawasan satu dengan yang lainnya.
Dalam membangun infrasturktur ini, PUPR juga melibatkan peran perempuan.
Kepala Badan Pangatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian PUPR Danang Parikesit menjelaskan bahwa pembangunan ini sekaligus membantu Indonesia dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.
"Tercatat total pengoperasian sejumlah ruas Jalan Tol di Indonesia secara keseluruhan telah mencapai sepanjang 2.500 kilometer hingga bulan Juni 2022. Terbagi menjadi 66 ruas Jalan Tol dan 46 Badan Usaha Jalan tol (BUJT) yang ada di Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi," jelas Danang dalam keterangan persnya dikutip Rabu (212/6/2022).
Baca juga: PUPR Bangun 410 Jembatan Gantung untuk Permudah Akses WargaMenurut Danang, dalam pembangunan infrastruktur terutama jalan tol tidak hanya berbicara pembangunan secara fisik tetapi juga melibatkan para wanita yang berperan besar di belakangnya.
"Untuk itu sebagai bentuk apresiasi peran para wanita dalam pembangunan infrastruktur, Danang mengatakan, BPJT secara khusus mengangkat tema peran kepemimpinan wanita dalam seminar tersebut," katanya.
Dengan demikian, pihaknya terus mendukung para wanita Indonesia untuk mencapai potensi penuhnya dalam berkarir, bersosialisasi, dan juga berkeluarga. Dengan memberikan kesempatan kepada wanita dan bukti kesetaraan antara pria dan wanita di Kementerian PUPR.
Baca juga: Target 61 Bendungan, PUPR Dukung Surplus Pangan Nasional"Dalam pembangunan infrastruktur, salah satu Pejabat Tinggi Madya merupakan wanita yakni Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti. Satu hal yang unik mengingat karakteristik tugas Kementerian PUPR yang sarat akan tugas lapangan," katanya.
(sof)