LANGIT7.ID, Jakarta - Ahmad Dzuizz Annajib, bocah kelas 6 Sekolah Dasar (SD) yang menyita banyak perhatian. Namanya menjadi perbincangan publik setelah curriculum vitae (CV) atas nama Ahmad Dzuizz Annajib tersebar di media sosial.
CV yang tersebar itu merupakan tangkapan layar dari website Pribadi Dzuizz. Tampilannya sederhana. Hanya sederet tulisan dengan latar belakang warna biru. Namun, siapa sangka tulisan-tulisan tersebut merupakan daftar prestasi yang diraih putra pertama
Ainun Najib tersebut.
Dzuizz sudah menjadi langganan dalam meraih gelar juara sekaligus penghargaan di berbagai ajang kompetisi tingkat internasional. Bukan hanya di kawasan Asia, namun juga dunia.
Baca Juga: Ainun Najib, Saintis NU Pengawal Informasi Covid-19 di Indonesia
Sejak 2018 lalu, Dzuizz sudah mengumpulkan 50 penghargaan. Semua tertera dalam website dzuizz.com. penghargaan itu beragam mulai dari olimpiade di bidang matematika, sains, dan ilmu komputer.
Dzuizz merupakan bocah laki-laki yang lahir pada 2010 lalu di Lamongan, Jawa Timur. Kini, dia tinggal di Singapura bersama keluarga dan mengenyam pendidikan di sana, tepatnya di Madrasah Irsyad Zuhri Al-Islamiah Singapura.
Anggota Komunitas Orang Ber-IQ TinggiDzuizz rupanya bukan orang sembarangan. Anak tertua dari 4 bersaudara itu merupakan anggota dari yayasan atau organisasi MENSA. MENSA adalah sebuah yayasan tempat orang-orang ber-IQ tinggi berkumpul di Singapura.
Kecerdasan Dzuizz tercermin dari deretan prestasi tersebut. Dia mahir dalam bidang sains dan teknologi. Di podcast Ceritanya di Spotify, dijelaskan Dzuizz sudah diperkenalkan dengan programming sejak usia 4 tahun.
Baca Juga: Keren, Programmer ini Buka Sekolah Koding GratisNgoding sudah jadi hobi Dzuizz sehari-hari. Dia bahkan telah menguasai beberapa bahasa pemrograman seperti python dan C++. Tak heran Jika dia mampu mendulang banyak prestasi.
Dia membuka keran prestasinya dengan meraih Silver Award di ajang Olimpiade Matematika Amerika (AMO) pada 2018. Dia juga pernah mengikuti kompetisi Singapore and Asian Schools Mathematical Olympiad dan mendapatkan gold award saat duduk di kelas 2.
Saat duduk di kelas 6 SD, dia juga mengikuti Singa Global Final atau International Singapore Mathematics Competition dan meraih gold award. Di CV-nya dia menulis, kemampuan utamanya di sekolah adalah matematika dan sains.
Baca Juga: Yenny Wahid Dirikan Pesantren Programmer di Sleman, Yogyakarta
Sebagai penggemar teknologi, Dzuizz berencana melanjutkan pendidikan di NUS High School of Math and Science. Ainun Najib sempat mencuit melalui twitter untuk meminta doa agar Dzuizz lolos masuk NUS High School of Math & Science atau Raffles Institution.
“Memang sudah
passion Dzuizz. Orang tua hanya memfasilitasi dan mengakselerasi. Coaching. Tidak perlu dibanding-bandingkan dan membanding-bandingkan. Setiap anak atau orang berbeda-beda,” ujar @ainunnajib dalam cuitannya.
Selain usaha dan kerja keras, keahlian Dzuizz tampaknya juga ada faktor genetik. Dia merupakan anak pertama dari seorang ahli dan praktisi teknologi kenamaan Indonesia, Ainun Najib.
Baca Juga: Ainun Najib, Teknolog Muda NU Diminta Presiden Pulang ke Tanah Air
Ainun Najib dikenal setelah menjadi penggagas sekaligus inisiator dari keberadaan situs KawalPemilu.org. Latar belakangnya pun tak main-main, sang ayah merupakan jebolan dari Universitas Teknologi Nanyang Singapura.
Keahlian Ainun Najib itu sampai mendapat perhatian langsung dari Presiden Joko Widodo, yang tersirat memintanya untuk kembali pulang ke Indonesia dan berkarya di Tanah Air.
(jqf)