LANGIT7.ID, Jakarta - Beberapa hari terakhir,
DKI Jakarta menjadi kota dengan tingkat kualitas udara terburuk di dunia. Kondisi ini tentu mengkhawatirkan masyarakat Ibu Kota untuk beraktivitas di luar ruangan.
Kualitas udara suatu wilayah bisa mempengaruhi kondisi manusia yang beraktivitas. Terlebih jika udara mengandung banyak polutan yang berpotensi meningkatkan risiko kesehatan bagi manusia.
Baca Juga: Kualitas Udara Jakarta Buruk, Ini Tips agar Pernapasan Tetap SehatMeski demikian, kondisi udara sebenarnya bisa dicek menggunakan ponsel melalui
aplikasi bernama AirVisual yang dikembangkan oleh IQAir. Lewat aplikasi tersebut, pengguna bisa mendapatkan informasi kualitas udara secara
real time di seluruh wilayah Indonesia. Informasi kualitas udara ditampilkan dalam enam tingkatan berdasar AQI (Air Quality Index atau Indeks Kualitas Udara).
Adapun cara mengecek kualitas udara lewat IQAir yakni memastikan aplikasi telah diizinkan untuk mengakses fitur Lokasi (GPS). Selanjutnya, biarkan aplikasi mendeteksi lokasi terkini, tempat pengguna berada.
Setelah itu, muncul secara otomatis skor kualitas udara di sekitar lokasi. Dengan demikian, pengguna dapat mengantisipasi dan menjaga diri dari risiko kesehatan akibat kondisi udara yang buruk.
Baca Juga: Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Ini Dampaknya Bagi KesehatanSebagai informasi, AQI yang terdapat di aplikasi IQAir merupakan sistem pengukuran kandungan polutan (bahan yang menyebabkan polusi) di udara pada sebuah wilayah. Terdapat enam polutan berbahaya yang dihitung jumlahnya untuk menentukan kualitas udara, yakni PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan gas ozon.
Melansir dari situs IQAir, Kamis (23/6/2022) polutan tersebut menghasilkan skor dari skala 0-500 sebagai standar penilaian kualitas udara. Berikut rinciannya.
Skor 0-50 (Bagus)* Skor ini mengindikasikan kualitas udara dalam kondisi yang bagus dan tidak ada risiko kesehatan.
Skor 51-100 (Sedang)* Skor ini memiliki arti kualitas udara masih dapat diterima, tetapi sedikit menimbulkan sedikit risiko kesehatan.
Skor 101-150 (Tidak sehat untuk kelompok sensitif)* Dalam skor ini, kualitas udara diindikasikan dapat menyebabkan gangguan pernafasan dan iritasi bagi masyarakat umum yang sensitif, memiliki alergi, atau penyakit bawaan.
Skor 151-200 (Tidak sehat)* Kualitas udara dalam skor tersebut berpotensi menimbulkan efek samping dan gangguan pada organ vital (jantung dan paru) di kalangan masyarakat umum, karena udara yang tercemar polusi terlalu tinggi.
Skor 201-300 (Sangat Tidak Sehat)* Skor ini mengindikasikan kualitas udara yang sangat tidak sehat dan bisa menimbulkan penurunan daya tahan tubuh bagi kelompok masyarakat sensitif.
Skor 301 ke atas (Berbahaya)* Skor ini mengindikasikan kualitas udara berbahaya yang menimbulkan efek buruk bagi kesehatan hingga dapat memicu penyakit lain.
Baca Juga:
5 Aplikasi Prakiraan Cuaca Akurat untuk Android dan iOS
Asap Rokok Masih Penyebab No.1 Penyakit Paru Kronik(asf)