LANGIT7.ID - , Jakarta -
Presiden Joko Widodo melakukan rangkaian kunjungan kerjanya ke beberapa negara. Dalam tugas ini, Jokowi juga mengagendakan kunjungan kerja yang membawa misi perdamaian di tengah
perang Rusia dan Ukraina. Sebelum lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Presiden menyampaikan akan mengunjungi Rusia dan Ukraina setelah menghadiri undangan G7 Partner Countries di Elmau, Jerman, bersama dengan India, Senegal, Argentina dan Afrika Selatan.
Baca juga: Jokowi Kunjungi Ukraina dan Rusia, Ini Analisa Pengamat MiliterSelain itu, kunjungan ini sekaligus dalam kapasitasnya sebagai pemegang
Presidensi G20 2022. Jokowi akan menghadiri KTT G7 pada 27-28 Juni 2022.
Jokowi mengatakan akan mendorong negara-negara G7 untuk mengampanyekan perdamaian di Ukraina.
"Di sini kita akan mendorong, mengajak negara-negara G7 untuk bersama-sama mengupayakan perdamaian di Ukraina," kata Presiden dalam konferensi pers, dikutip Langit7.id, Selasa (28/6/2022).
Selanjutnya, Jokowi berencana bertolak ke Ukraina untuk rencana pertemuannya dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy dengan membawa misi menghentikan peperangan.
“Saya akan mengunjungi Ukraina dan akan bertemu dengan Presiden Zelenskyy. Misinya mengajak Presiden Ukraina, Presiden Zelenskyy membuka peluang dialog dalam rangka
perdamaian,” ucapnya.
Jokowi menegaskan, sudah semestinya peperangan dihentikan karena itu dialog damai harus dibangun. Adanya dialog damai diharapkan rantai pasok pangan yang sempat terhambat akibat peperangan ini dapat dihidupkan kembali.
Baca juga: Tiba di Jerman, Jokowi dan Iriana disambut Ratusan WNISetelah bertemu Zelenskyy, Jokowi bersama Ibu Negara juga akan terbang ke Rusia untuk bertemu Presiden
Vladimir Putin. Sama dengan kunjungannya ke Ukraina, Jokowi akan mengajak Putin berdialog membuka peluang menghentikan perang.
“Dan sesegera mungkin untuk melakukan gencatan senjata dan menghentikan perang,” tutur Jokowi.
Menurut Jokowi, kunjungannya ke Ukraina dan Rusia tak semata-mata penting bagi Indonesia, melainkan juga untuk negara-negara berkembang lainnya.
“Ini untuk mencegah rakyat negara-negara berkembang dan berpenghasilan rendah jatuh ke jurang kemiskinan ekstrem dan kelaparan akibat dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh perang,” kata Jokowi.
Baca juga: Kunjungan Jokowi ke Rusia dan Ukraina Diharap Mampu Redam Konflik(est)