LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan bahwa konten kreatif digital sekitar 60 persen terbukti lebih berperan penting dalam peningkatan dan penghasilan penjualan dari produk pariwisata dan ekonomi kreatif.
Hal ini membuka peluang bagi
santri di Pondok Pesantren untuk membekali diri dengan meningkatkan kapasitas untuk berbisnis cara memasarkan produk parekraf melalui digitalisasi.
"Pondok pesantren di Blitar berjumlah 140 di mana ini memiliki ekosistem yang kuat untuk mengembangkan ekonomi digital. Jadi secara kuantitas kita memiliki Sumber Daya Manusia yang mumpuni," ujar Sandiaga saat memberikan pembekalan santripreneur di Pondok Pesantren Terpadu Al-Kamal Blitar, Jawa Timur, dikutip Kamis (30/6/2022).
Baca juga: Kemenparekraf Minta Pengelola Destinasi Wisata Bisa Manfaatkan Libur SekolahSandiaga menjelaskan apabila 1 persen dari total 5 juta santri bisa berdaya membuat konten digital yang bermanfaat bagi umat, sehingga akan ada tambahan sekitar 50.000 konten kreator baru di Indonesia.
"Tinggal bagaimana kita meningkatkan kualitas, menciptakan ekosistem yang baik, dan bisa memberdayakan para santri dengan memberikan ilmu, pelatihan, pengalaman, serta koneksi di bidang industri kreatif dan digital,” ungkap Sandiaga.
Pembekalan tersebut disampaikan sandiaga dalam Kuliah Umum dan Sharing Session peningkatan kemampuan Entrepreneur Santri di Bidang Pariwista dan Ekonomi Kreatif di Pondok Pesantren Terpadu Al-Kamal Blitar, Jawa Timur.
(sof)