LANGIT7.ID, - Jakarta - Masjid Agung Xi'an merupakan salah satu
masjid tertua, terbesar dan terpelihara dengan baik di China. Masjid Agung ini dibangun pada tahun 742 saat Dinasti Tang.
Islam di China diperkenalkan oleh pedagang dan pelancong Arab dari Persia dan
Afghanistan selama pertengahan abad ke-7. Melansir dari laman Travel China Guide, penyebaran Islam terjadi karena sebagian pedagang menetap di China dan menikahi wanita berkebangsaan Han.
Baca juga: Melirik Arsitektur Masjid Joglo Baitul Ma’mur, Kental Nuansa Jawa KunoUmat Muslim mempunyai peran penting dalam penyatuan China selama Dinasti Yuan dan Ming. Oleh karena itu, masjid-masjid pun dibangun untuk menghormati mereka.
![Masjid Agung Xi'an, Tertua dan Terbesar di China]()
Tak hanya menarik karena memiliki sejarah yang berabad-abad lamanya, Masjid Agung di Xi'an memiliki desain arsitektur khusus, campuran Muslim tradisional dan
China.
Menempati area seluas lebih dari 12.000 meter persegi (14.352 sq yd), masjid ini dibagi menjadi empat halaman. Dengan panjang 250 meter dan lebar 47 meter, Masjid Agung Xi'an memilliki tata ruang yang tertata dengan baik. Ditumbuhi taman, semakin jauh berjalan ke interiornya, semakin tenang rasanya.
Halaman pertama dihiasi lengkungan kayu yang rumit setinggi 9 meter yang ditutupi dengan ubin berlapis kaca yang berasal dari abad ke-17. Di halaman tengah, sebuah lengkungan batu berdiri dengan dua prasasti di kedua sisinya.
Di salah satu prasasti terdapat tulisan kaligrafi terkenal bernama Mi Fu dari Dinasti Song; yang lainnya adalah dari Dong Qichang, seorang kaligrafer dari Dinasti Ming.
Kaligrafi berkarakter elegan namun kuat dianggap sebagai harta karun besar dalam seni tulisan tangan.
Baca juga: Arsitektur Masjid Tua di Indonesia, Banyak Tak BerkubahDi pintu masuk ke halaman ketiga ada aula yang berisi banyak prasasti dari zaman kuno. Saat pengunjung memasuki halaman ini, mereka akan melihat Menara Xingxin, tempat di mana umat Islam datang untuk menghadiri acara doa.
Sebuah 'Phoenix' ditempatkan di halaman keempat, paviliun utama di sini, berisi Aula Doa, dinding sekitarnya ditutupi dengan desain berwarna. Aula ini dapat menampung 1.000 jemaah sekaligus untuk salat berjamaah setiap hari.
(est)