LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia memberikan program pendampingan
ibadah haji menjelang puncak pelaksanaan haji tahun 1443H/2022. Pendampingan ini diberikan bagi jemaah yang sedang sakit, baik yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) maupun di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).
Plh Kelapa Biro Humas, Data dan Informasi Wawan Djunaedi mengatakan pendampingan itu dilakukan secara terjadwal dan intensif oleh petugas. Adapun pendampingan meliputi cara bersuci dan tayamum, cara melaksanakan shalat, pendampingan doa-doa dan zikir.
Baca Juga: Arab Saudi Rilis Layanan Dokter Hologram untuk Jemaah Haji"Pendampingan bertujuan untuk memberikan rasa nyaman dan tenang bagi jemaah sakit. Disamping itu juga memberikan pemahaman bahwa pemerintah Indonesia akan memberikan layanan safari wukuf bagi jemaah yang belum sehat pada saat wukuf di Arafah," kata Wawan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (2/7/2022).
Wawan menuturkan pihaknya meyakinkan kepada seluruh masyarakat bahwa pemerintah Indonesia bertanggung jawab memberikan pendampingan dan mensafariwukufkan seluruh jemaah yang sakit. "Pendampingan juga memberikan pemahaman bahwa pada waktunya wukuf, jemaah yang belum sehat akan disafariwukufkan," lanjut Wawan.
Baca Juga: Haji 2022, Pemerintah Arab Saudi Sorot Masalah LingkunganSelain itu, pemerintah kembali mengingatkan seluruh
jemaah haji untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Hal itu lantaran kondisi cuaca di Makkah dan sekitarnya memiliki rata-rata suhu tertinggi mencapai 37 derajat celsius.
"Jangan menunggu haus untuk minum, tidak memaksakan untuk selalu shalat di Masjidil Haram. Selalu memakai masker ketika berkumpul di ruangan terutama ketika di Masjidil Haram," ujar Wawan.
Baca Juga:
Jelang Puncak Haji, Jemaah Haji Tetap Dapat Jatah Katering
Arab Saudi Dilanda Panas Ekstrem, Jadwal Lempar Jumrah Diubah(asf)