LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 6 cara bikin
bisnis sukses ala Sahabat Abdurrahman bin Auf. Saudagar di zaman Nabi SAW ini terkenal dengan kepandaiannya berwirausaha dan kekayaannya.
Bahkan, Abdurrahman bin Auf memulai bisnisnya dari nol. Namun, karena dia sering melakukan terobosan tak terduga justru membawanya kepada kesuksesan.
Lalu kenapa sih dia selalu bisa meraih kesuksesan dalam
bisnis? Berikut Langit7 rangkum cara bisnis ala Abdurrahman bin Auf.
Baca Juga: Kiat Sukses Abdurahman bin Auf, Sahabat Nabi yang Sangat Kaya1. Margin kecilAbdurrahman berprinsip kepada margin keuntungan yang kecil. Namun, dia fokus pada kuantitas penjualan produk yang banyak.
Hal itu dilakukannya agar cash flow dalam bisnis bisa berjalan sesuai perencanaanya. Dia juga menghindari kerugian dengan melakukan cara ini.
2. TunaiSeperti telah dijelaskan, Abdurrahman bin Auf menginginkan cashflow bisnis yang cepat. Sehingga dia bisa memutar keuntungannya untuk menambah produk dagang yang lain.
Selain berfokus pada margin kecil, Abdurrahman juga selalu mengedepankan pembayaran tunai. Dengan begitu, dia bisa menggunakan uang tersebut sebagai modal tambahan dan melakukan ekspansi.
3. IntegritasUmat Islam pasti tahu, saat hijrah ke Madinah, Abdurrahman tidak memiliki uang sepeser pun. Namun, dia pergi ke pasar dan berupaya mencari apa yang bisa ditransaksikan.
Dia menjalin kerja sama kepada salah seorang pengrajin alat pertanian di Madinah. Di mana Abdurrahman mengambil barang tersebut untuk turut membantu menjualkannya.
Dengan menyetor kepada pengrajin tersebut ketika barangnya laku dijual. Kegigihannya itu membuatnya bisa membangun kiosnya sendiri di pasar dalam waktu kurang dari sebulan.
Inilah salah satu terobosan yang dilakukannya. Saat orang lain tidak terpikirkan melakukannya, tapi Abdurrahman dengan modal keyakinan dan kepercayaannya bisa mengembangkan bisnisnya.
Abdurrahman juga menjalin kerja sama dengan seorang pemilik lahan. Lantas membangun kios-kios pasar dan menyewakannya kepada orang Madinah.
Bagi Abdurrahman bin Auf, modal integritas jauh lebih penting ketimbang uang. Itu jugalah yang membuat Abdurrahman bin Auf mendapatkan kesuksesan bisnis yang luar biasa.
4. SolusiAbdurrahman tidak pernah berfokus pada kompetitornya. Tapi dia selalu mengamati apa yang menjadi kebutuhan pasar.
Dia menghadirkan produk dan jasa yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat Madinah saat itu. Sehingga dia selalu mendapati banyak konsumen, baik itu produk ataupun jasa seperti penyewaan kios pasar.
5. BerkahSebagai salah satu orang yang dekat dengan Rasulullah SAW, orientasi bisnis Abdurrahman tidak hanya soal keuntungan, melainkan juga berkah.
Bayangkan saja, ketika seluruh petani kurma mendapati hasil panennya yang busuk dan tak laku terjual karena sedang berjihad di perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf justru memborong seluruh kurma busuk yang ada.
Dia pun tahu bahwa kurma itu tak laku untuk dijual. Namun karena berniat untuk menolong saudara muslim dari kerugian, dia memborong seluruh kurma busuk yang ada dan membayarnya dengan harga normal.
Niat tulus itu dibalas oleh Allah SWT dengan mendatangkan utusan dari Yaman. Utusan itu sengaja datang untuk mencari kurma busuk sebagai bahan untuk obat-obatan.
Sehingga terciptalah kesepakatan transaksi antara Abdurrahman bin Auf dengan utusan itu. Bahkan, kurma busuk itu dibeli dengan harga 10 kali lipat.
Di situlah ketika niat mencari berkah, maka pertolongan Allah akan datang dari tempat yang tak terduga.
6. KualitasSelain kuantitas, Abdurrahman bin Auf juga hanya mau menjual produk yang berkualitas. Alasannya, produk berkualitas ini akan memberikan kepuasan pelanggan.
Dengan begitu mereka akan kembali lagi dan menjadi loyal konsumen. Sahabat juga bisa mencontoh hal ini dengan memberikan kepuasan pelanggan dari produk dan layanan berkualitas.
Jika pelanggan kecewa, bisa dipastikan mereka akan enggan untuk kembali bertransaksi loh.
(bal)