LANGIT7.ID, Jakarta - Pondok Pesantren Daarut Tauhiid menyelenggarakan vaksinasi massal Covid-19 bersama dengan Puskesmas Karang Setra, Bandung, Jawa Barat. Penyuntikan vaksin dilaksanakan pada 3 sampai 5 Agustus 2021 dan melayani hingga 2.000 orang.
Pembina Pesantren Daarut Tauhiid KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengatakan, seharusnya pondok pesantren dan masjid menjadi sentra edukasi dan pencegahan Covid-19. Dengan demikian, diharapkan masyarakat akan berbondong-bondong mengikuti vaksinasi.
"Karena kalau hanya di tempat khusus itu tidak semua orang siap, tapi orang-orang kalau sudah lihat pesantren, masjid, ulama divaksin mungkin yang tadinya ragu jadi tambah semangat," kata Aa saat meninjau vaksinasi di Aula Daarul Hajj Kompleks Pondok Pesantren Daarut Tahuiid.
Lokasi vaksinasi dapat melayani hingga 500 orang lebih dalam sehari. Tempat vaksinasi pria dengan wanita terpisah dengan protokol kesehatan ketat demi menjaga keamanan dan kenyamanan.
Sebelum mendapat suntikan, peserta vaksin menjalani beberapa langkah pemeriksaan medis, yakni cek suhu tubuh dan tensi darah. Aa memberikan tips menghalau rasa takut ketika disuntik, yakni memperbanyak dzikir, dengan mengingat Allah dalam hati dan pikiran menjadi lebih tenang.
"Cara yang paling gampang (agar tidak panik saat penyuntikan) tidak usah dipikirkan, kita dzikir saja terus," ungkapnya.
Aa Gym menjelaskan, vaksinasi merupakan ikhtiar lahiriah untuk mencegah infeksi Covid-19. Dia mengimbau masyarakat mengabaikan hoaks dan teori-teori konspirasi mengenai vaksin Covid-19.
"Gini rumusnya, kata Imam Ghazali, bagaimana kita mau panen kalau tidak mau menanam. Kalau ingin panen sehat, panen segar ya tanamlah. Salah satu tanamannya ikhtiar kita vaksin,” tuturnya.
Adapun mengenai sakit yang timbul atau bahkan kematian setelah vaksinasi, Aa menjelaskan hal tersebut bagian dari takdir Allah. Manusia hanya diwajibkan berikhtiar semaksimal mungkin menjaga kehidupannya.
"Terlepas nanti takdirnya apa itu mah urusan Allah. Kalau sudah divaksin, meninggal berarti sudah waktunya. Sama seperti makan meninggal, tak makan juga meninggal, kita tetap saja makan," ungkapnya.
"Jangan termakan hoaks seakan-akan ini konspirasi dan sebagainya, orang yang berpikir begitu tidak menyelesaikan apa-apa. Kalau tak mau vaksin itu urusan pribadi, cuma jangan ngomporin orang lain untuk berbuat yang tidak pada tempatnya." ungkapnya.
(asf)