LANGIT7.ID - , Jakarta - Pemerintah memutuskan Hari Raya
Idul Adha 10 Zulhijah 1443 Hijriah jatuh pada Ahad, 10 Juli 2022. Di hari lebaran ini umat Muslim akan menunaikan ibadah salat ied. Dalam pelaksanaan salat id, ada yang melakukan di masjid tetapi ada juga di lapangan.
Namun, di antara dua lokasi tersebut, manakah yang lebih afdol untuk menjalankan
salat id?
Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid di kabupaten Probolinggo, KH. Muhammad Syakur Dewa atau Gus Dewa mengatakan ada sebuah hadits menjelaskan bahwa
Nabi Muhammad SAW melakukan salat id di lapangan.
Baca juga: 3 Amalan Sebelum Shalat Idul Adha, Yuk Disiapkan dari SekarangDia menjelaskan, zaman Nabi Muhammad SAW masjid dibangun tujuannya ada dua. Pertama untuk ibadah yakni penghambaan diri kepada Allah SWT dan kedua untuk syiar, menyebarkan agama Islam.
"Selama ada unsur penghambaan dan syiar ini, baiknya dilakukan di masjid. Jika dilihat, dalam salat id terdapat penghambaan dan syiar," ujar Gus Dewa dikutip dari kanal YouTube Gus Dewa Menjawab, Sabtu (9/7/2022).
Para ulama pun menganjurkan salat id dilakukan di
masjid. Dengan catatan dalam kondisi normal tidak terdapat hambatan seperti pandemi dan lainnya.
"Dalam kondisi normal, maka tetap salat id yang utama dilakukan di masjid," katanya.
Menurut Gus Dewa, hal ini diakui juga oleh Syekh Zakariya al-Anshari dalam kitabnya bahwa melakukan salat id lebih utama di masjid karena mulianya masjid.
"Karena masjid adalah tempat yang mulia dan utama, maka melakukan ibadah yang baik tetap di dalam masjid. Kecuali karena udzur," ucapnya.
"Atau karena masjidnya sempit dan yang mau melakukan salat banyak orang maka boleh tidak memilih di masjid, beralih ke lapangan. Tetapi jika ditanya mana yang lebih utama, maka yang lebih utama di masjid," lanjut Gus Dewa.
Bahkan, tutur Gus Dewa dalam kitab Ibnu Hajar al-Haitami Tuhfatul Muhtaj Bisyarhil Minhaj juz 3 halaman 27 dijelaskan ada sebagian pendapat ulama yang mengatakan bahwa salat id itu sunnahnya di lapangan.
Baca juga: Daftar Masjid Raya Jabodetabek Gelar Salat Idul Adha, Ahad 10 Juli 2022"Sebagian pendapat mengatakan salat id itu dianjurkan di lapangan. Itu lebih utama karena ikut Nabi Muhammad SAW," tuturnya.
Namun, pendapat tersebut ditentang oleh para ulama. Menurut mereka, Nabi Muhammad SAW salat di lapangan karena masjid tersebut kecil, sehingga tidak mampu menampung semua jemaah yang ingin shalat.
Nah, hal ini sama dengan pernyataan Syekh Zakariya al-Anshari bahwa boleh melakukan di tempat lain, walaupun lebih utama di masjid jika ada alasannya.
"Seperti yang dilakukan oleh Nabi SAW saat melangsungkan salat dengan para sahabat di lapangan. Itu bukan karena lapangan lebih utama dari masjid, tetapi memang ada kondisi yang menuntut untuk memindahkan tempat karena tempatnya tidak muat," pungkas Gus Dewa.
Baca juga: Muhammadiyah Gelar Shalat Id di Lapangan OSO Grand Wisata Sabtu 9 Juli(est)