LANGIT7.ID, Jakarta - Ada tanda
kurban diterima Allah SWT seperti yang dikisahkan dalam Al Quran. Pelajaran dari 2 anak
Nabi Adam AS yakni Habil dan Qabil bisa menjadi hikmahnya.
Dalam Al Quran surah Al Maidah ayat 27-28 menceritakan konflik yang terjadi antara dua putra Adam AS yakni Habil dan Qabil.
Allah SWT menguji ketakwaan yang ada dalam hati kedua putra Nabi Adam As tersebut dengan berkurban. Keduanya berkurban dengan hasil kerja masing-masing.
"Qabil merespons negatif ketetapan Allah SWT dengan ancaman terhadap Habil yang kurbannya diterima," kata anggota divisi Kajian Al Quran dan Hadis Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Miftah Khilmi Hidayatullah, Selasa (12/7/2022).
Baca Juga: Hikmah Peristiwa Kurban 2 Anak Nabi Adam: Berikan yang TerbaikLalu Habil tidak menanggapi ancaman tersebut. Justru dia pasrah karena rasa takut kepada Allah SWT. Kemudian, Qabil membunuh Habil tanpa perlawanan.
Menurut Miftah, peristiwa ini membuktikan ketakwaan Habil yang ditunjukkan dengan rasa takut kepada Allah. Hikmahnya, Allah SWT hanya menerima kurban dari orang-orang bertakwa.
Takwa adalah sebuah karakter penting yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Dengan karakter ini, kurban seorang muslim akan diterima Allah. Sebaliknya, tanpa karakter ini, kurban seorang muslim tidak akan diterima (QS. Al-Hajj: 37).
"QS. Al-Hajj ayat 37 menyatakan bahwa yang akan sampai pada Allah itu bukan daging dan darah dari kurban yang kita berikan. Akan tetapi, karakter takwa shohibul qurban-lah yang akan sampai kepada Allah. Demikian pentingnya takwa, sehingga Allah mengulangi pernyataan ini dalam Al-Qur’an," terang Miftah.
Takwa akan memberikan dampak positif bagi pemiliknya, baik individu maupun komunitas masyarakat. Bagi individu, takwa akan memberikan dampak seperti memperoleh jalan keluar dari permasalahan.
Selain itu karena takwa lah akan ada rezeki dari arah yang tidak disangka, memperoleh kemudahan, diampuni kesalahan-kesalahannya dan dilipatgandakan pahalanya, dan selamat dari tipu daya.
Sedangkan dampak yang positif terhadap masyarakat sebagaimana tergambar dalam QS. Al A’raf ayat 96 disebutkan bahwa penduduk sebuah negeri akan memperoleh kebaikan dari langit dan bumi.
(bal)