LANGIT7.ID, Jakarta - Brand hijab, Elzatta, mengalami perkembangan yang signifikan hingga menjadi salah satu produk
fesyen muslim populer. Yuk belajar bisnis dari Hijab Elzatta.
VP Brand Elcorps, Tika Mulya, tidak setuju bila bisnis fesyen muslim dikatakan sebagai pekerjaan mudah. Pasalnya, usaha di sektor ini membutuhkan
usaha yang lebih dari sekadar punya produk dan menjualnya.
"
Jualan itu harus punya pesan yang mau dikomunikasikan kepada konsumen," kata dia dikutip kanal
YouTube Ben Kasyafani, Kamis (14/7/2022).
![Belajar Bisnis dari Hijab Elzatta, Fesyen Muslim Populer]()
Ada banyak proses yang perlu dilewati untuk bisa mengembangkan usaha, khususnya di bidang
fesyen muslim. Seperti Elzatta yang selalu berupaya meningkatkan kualitas produknya.
Baca Juga: Sambut Potensi Bisnis Fesyen Muslim, Desainer Indonesia Harus Jadi Trendsetter"Dalam usaha ini kita perlu membuat strategi agar permintaan hijab selalu ramai. Kemudian kita dukung dengan meningkatkan kualitas produk. Nah ini yang memang perlu waktu, jadi keseluruhan proses dan bagiannya itu menjadi faktor pendukungnya," ungkapnya.
Elzatta mengalami perkembangan signifikan pada bisnisnya pada 2019 lalu. Tepatnya saat pandemi Covid-19 mulai muncul di Tanah Air, di mana Elzatta mengalami banjir orderan secara online.
![Belajar Bisnis dari Hijab Elzatta, Fesyen Muslim Populer]()
"Artinya ketika
memulai bisnis kita harus mempersiapkan seluruhnya dengan baik. Jadi bukan hanya siap rugi atau untung, tapi juga sistem yang profesional," katanya.
Hal itu, lanjut dia, untuk membuat bisnis yang dijalankan bisa berkelanjutan. Sehingga tujuan bisnis bukan hanya soal mencari keuntungan semata.
Baca Juga: Muffest 2022, Kemendag: Indonesia Jadi Kajian Fesyen Muslim"Sama, kita juga seperti
bisnis pada umumnya. Di mana awal-awal merintis pasti dimulai dari kecil, tapi bisa besar seiring waktu perkembangannya," ujarnya.
Menurutnya, bisnis di sektor fesyen muslim ini tidak hanya melulu soal produk bagus. Perlu ada layanan berkualitas yang juga bisa didapatkan konsumen.
"Maka penting dalam bisnis kita harus menawarkan sebuah nilai kepada konsumen. Tidak jarang banyak konsumen memilih produk dengan kualitas biasa asal mereka mendapatkan layanan yang baik, dibandingkan produk kualitas baik tapi layanannya kurang menyenangkan," katanya.
(bal)