LANGIT7.ID, Jakarta - Turunnya hujan kerap kali dikeluhkan bagi sebagian orang. Bukan tanpa sebab, banyak aktivitas yang akan terhambat karena terjadinya hujan. Turunnya hujan juga dijadikan kesempatan bagi kaum rebahan untuk melanjutkan tidurnya karena faktor cuaca yang sejuk.
Padahal sejatinya turunnya hujan merupakan salah satu bentuk rahmat dan rezeki dari Allah SWT. Maka dari itu, mengeluhkan terjadinya hujan meeupakan suatu hal yang dilarang dalam ajaran agama Islam.
Kita patut bersyukur apabila hujan turun ke muka bumi, sebab jika tidak adanya hujan, bumi akan mengalami kekeringan dan tanaman-tanaman juga akan mati. Sebagaimana firman Allah dalam surah Fussilat ayat 39:
Baca Juga: 20 Desa di Garut Terendam Banjir, #PrayForGarut Jadi Trending Topicوَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنَّكَ تَرَى ٱلْأَرْضَ خَٰشِعَةً فَإِذَآ أَنزَلْنَا عَلَيْهَا ٱلْمَآءَ ٱهْتَزَّتْ وَرَبَتْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِىٓ أَحْيَاهَا لَمُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰٓ ۚ إِنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Artinya: Dan di antara tanda-tanda-Nya (Ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Sudah seharusnya kita sebagai hamba Allah tidak lagi mengeluhkan turunnya hujan. Sebaiknya kita melakukan empat hal ini ketika turun hujan:
1. BerdoaKetika hujan turun, kita disunnahkan berdoa agar mendapatkan keberkahan Allah dan hujan yang bermanfaat. Anjuran tersebut tertuang dalam hadits.
“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shayyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat].” HR Bukhari, Ahmad, dan Nasa’i).
2. BersyukurSudah seharusnya kita sebagai umat Muslim bersyukur atas turunnya hujan sebagai tanda rahmat yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Waaqi’ah ayat 68:
Baca Juga: Sejarawan Bantah Asal-usul Gelar Haji di Indonesia Pemberian Belandaأَفَرَأَيْتُمْ الْمَاءَ الَّذِي تَشْرَبُونَ* أَأَنْتُمْ أَنْزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُونَ * لَوْ نَشَاءُ جَعَلْنَاهُ أُجَاجاً فَلَوْلا تَشْكُرُون
“Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?”
3. Tidak mengeluhSejatinya hujan adalah rahmat, Allah melarang umatnya untuk mencela apapun, termasuk hujan. Allah SWT berfirman:
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Artinya: "Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS Qaaf: 18).
Baca Juga: Ustaz Jeje Ingatkan PR Pemerintah Atasi Polarisasi Masyarakat(zhd)