LANGIT7.ID, Samarinda - Arema FC meraih gelar juara Piala Presiden 2022 setelah menahan imbang Borneo FC 0-0 (1-0) di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, pada Minggu (17/7/2022) malam.
Singo Edan unggul dalam agregat satu gol, setelah di leg pertama menang tipis atas Borneo FC dengan skor 1-0 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, beberapa waktu lalu. Ini menjadi gelar juara untuk kali ketiga Arema FC dalam turnamen Piala Presiden.
Di babak pertama, Borneo FC berinisitif memberi tekanan. Pertandinagn berjalan dengan tempo tinggi. Beberapa peluang dari Borneo FC tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Menit ke-40, M Pato mendapatkan peluang namun tendangannya menyusur lapangan bisa diantisipasi oleh Adilson Maringa.
Baca juga: Borneo FC Jumpa Arema di Final Piala PresidenPeluang kembali didapat oleh J Bustos, dari sisi kanan pertahanan Arema FC. Tendangan dari luar kotak p enalti yang mengarah ke gawang, masih bisa diselamatkan oleh Johan Al Farizi yang berada di dbawah gawang.
Stefano Lilipaly mendapat kartu kuning setelah terlibat insiden dengan pemain Borneo FC. Menit ke-46, Dendi Santoso dihadiah kartu kuning setelah mengganjal keras J Bustos dalam posisi memberi tekanan.
Pada babak kedua, Borneo FC masih agresif dan memberikan banyak tekanan kepada tamunya. Menit ke-54, Lilypali mendapat kesempatan, namun bola berhasil diintersep oleh Johan AL Farizi dan kiper Arema Adilson Maringa langsung menangkap bola liar di depan gawang.
Borneo FC mengganti dua pemain depan di babak kedua. Terens Puhiri digantikan M Sihran , Ahmad Nur Hardianto menggantikan peran J Bustos.
Pesut Etam kembali membuang peluang di menit ke-75. M Sihran yang berdiri bebas di depa gawang, tak mampu memaksimalkan umpan dari tendangan bola mati Stefano Lilipaly.
Baca juga: Laga Liga 1 Banyak Digelar Malam Hari, PT LIB: Penonton Sudah Santai di RumahAhmad Al Farizie mendapat kartu kuning, setelah melalakukan pelanggaran keras. Tak berselang lama, M Rafli yang melakukan pelahggaran keras dan juga mendapat kartu kuning.
Terjadi pelanggaran keras kepada bek Arema Sergio oleh Andi Arjito, yang berbuah kartu kuning. Peluang terakhir didapat oleh Matheus Pato di menit ke-99, sayang tendangannya masih melebar, sebelum wasit meniup peluit panjang.
Pelatih Arema FC Eduardo Almeida mengucapkan terima kasih kepada setiap orang, suporter, staf pelatih. Meski bermain di luar kandang,, tapi seperti melakoni laga di Stadion Kanjuruhan, karena Aremania yang datang ke stadion langsung.
“Organisasi permainan kami bagus, kami bekerja keras setiap hari. Pemain mengeluarkan kemampuan 100 %. Kami ingin bermain menang dari perandingan setiap pertandingan,” kata Eduardo, seusai pertandingan.
(sof)