LANGIT7.ID, Jakarta - Mayoritas sekolah telah memulai tahun ajaran baru 2022 dengan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Di Provinsi DKI Jakarta, siswa sudah mulai masuk sekolah sejak Senin (11/7/2022). Di Jawa Barat dan Banten, siswa mulai masuk sekolah hari ini, Senin (18/7/2022).
Sayangnya, kasus Covid-19 tak kunjung mereda dan mengalami peningkatan. Berdasarkan data Satgas Covid-19, peningkatan kasus per 17 Juli 2022 mencapai 956 kasus dengan total kasus aktif sebanyak 27.550 kasus. Kasus aktif tertinggi berada di DKI Jakarta dengan 2022 kasus.
Direktur Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Muhammad Hasbi, mengingatkan sekolah untuk menerapkan protokol kesehatan dengan fasilitas kesehatan yang memadai saat penerapan PTM 100 persen.
Baca Juga: Tahun Ajaran Baru, Siapkan 6 Kebutuhan Sekolah Sang Buah Hati
Selain itu, Hasbi mengingatkan agar vaksinasi pada pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) harus terus dilakukan hingga di atas 80 persen bahkan mencapai 100 persen. Termasuk masyarakat lanjut usia (lansia) di lingkungan sekolahnya.
“Jangan lupa murid kita juga harus divaksin sehingga kita bisa menjaga mitigasi risiko terjadinya penularan baik di sekolah maupun di keluarga murid masing-masing,” ujar Hasbi melalui keterangan tertulis, dikutip Senin (18/7/2022).
Selain itu, hal penting yang harus dilakukan sekolah dalam menyelenggarakan PTM 100 persen adalah terus menerus menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan kepada peserta didik.
“Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang saat ini tengah dilakukan satuan pendidikan merupakan waktu yang baik untuk menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan, sehingga peserta didik baru yang masuk sekolah sudah mengenal dan bisa melaksanakan protokol kesehatan dengan baik,” jelas Hasbi.
Baca Juga: Pemerintah Longgarkan Prokes, Kasus Covid-19 Naik Lagi
Hal yang tidak kalah penting dalam penerapan PTM 100 persen, kata Hasbi adalah kolaborasi antara pihak sekolah dengan keluarga.
“Mari kita perkuat lagi kolaborasi antara orang tua dengan satuan pendidikan sehingga kita bisa melanjutkan kesinambungan stimulasi anak kita, pendidikan anak kita, dari rumah ke sekolah dan juga dari sekolah ke rumah,” tutur Hasbi.
(jqf)