LANGIT7.ID, Rembang - Destinasi wisata Taman Pagar Pelangi menjadi salah satu objek wisata di Desa Dadapan, Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang.
Kawasan Pagar Pelangi ini menyajikan potensi wisata alam berupa pegunungan, area pesawahan serta sajian kuliner tradisional khas Rembang.
Saat berkunjung ke kawasan wisata ini, Sahabat Langit7 akan dimanjakan dengan pemandangan berupa hamparan tanaman yang disusun serta dilengkapi berbagai spot swafoto yang menarik.
Kendati wisata Pagar Pelangi ini terbilang baru akan tetapi tempat ini kerapkali dipadati wisatawan terlebih pada akhir pekan.
Baca juga: Objek Wisata Patitie, Rasakan Sensasi Kabut Tipis di Hamparan Kebun TehSelain menikmati pemandangan, wisatawan juga dapat mencoba kuliner jajanan tradisional seperti ketan, lepet, surabi, onde-onde dan lainnya.
Penggagas Taman Pagar Pelangi, Abdi juga pengasuh pondok pesantren RN ASA menyebutkan, konsep yang diusung dalam objek wisata ini adalah alam dengan melibatkan para santri untuk melatih mereka dalam berwirausaha.
"Pendapatan yang diperoleh dari objek wisata ini juga dipergunakan untuk pengelola pondok pesantren," kata Abdi dikutip Selasa (19/7/2022).
Tak hanya itu, perjalanan menuju lokasi ini wisatawa akan disuguhi pemandangan yang menakjubkan sebab wisatawan akan melewati kawasan pegunungan.
Jarak tempuh menuju kawasan ini dari pusat Kota Rembang dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan.
Saat sampai di lokasi Pagar Pelangi, suasana terkesan berseri karena saat masuk kawasan ini pandangan mata langsung dicerahkan dengan hiasan warna-warni.
Di dalamnya terdapat anyaman bambu yang dicat beraneka warna sebagai hiasan untuk menghiasi lokasi parkiran kompleks.
Taman Pagar Pelangi ini berada di kompleks pondok putri. Sebelumnya, tempat ini merupakan area persawahan yang kemudian diubah sedemikian rupa menjadi taman yang terlihat asri dengan gubug- gubug bambu berjajar rapi.
Selain itu, ada juga panggung untuk pentas seni di mana di atasnya terdapat angklung dan alat musik lainnya. Terkdang di tempat ini juga menyuguhkan pertunjukan kesenian. Sehingga, wisatawan bisa menyaksikan sambil menikmati jajanan.
Baca juga: Kampung Kolaborasi Pecinan Glodok, Masuk 50 Besar Ajang ADWI 2022
Abdi juga menceritakan awal dirinya mendirikan wisata Taman Pagar Pelangi ini, di mana Abdi tak bermaksud membuka tempat wisata.
Dia hanya mengecat di lokasi parkiran tadi. Namun, masyarakat kerap mampir ke pondok itu sembari berfoto.
"Setiap ada orang lewat malah mampir ke pondok untuk berfoto-foto setelah dicat. Dari situlah kemudian melihat ada potensi wisata. Akhirnya dibangunlah gubug-gubug bambu," kata Abdi.
Menurutnya, saat akhir pekan biasanya Taman Pagar Pelangi ini dipadati pengunjung sehingga tempat parkir disediakan hingga di beberapa titik.
"Selain bisa menikmati pemandangan dan kudapan tradisional, Taman Pagar Pelangi juga menampilkan pertunjukan kesenian. Seperti musik, tari, dan demo seni rupa," ujarnya.
Kehadiran pagar pelangi juga dinilai memberikan dampak baik bagi warga sekitar. Menu-menu kuliner tradisional yang disajikan merupakan hasil olahan warga sekitar.
"Jadi, kita membeli menu-menu tersebut dari warga. Kemudian dijual," tuturnya.
Menurutnya, dengan adanya Taman Pagar Pelangi ini dapat memberdayakan masyarakat terutama perekonomian warga sekita, dengan menentukan hanya jajanan tradisonal khas Desa Dadapan yang dapat dijual di Taman Paga Pelangi ini.
(sof)