LANGIT7.ID - , Jakarta - Striker Borussia Dortmund, Sebastien Romain Teddy Haller didiagnosis menderita
tumor testis.
Pesepak bola berusia 28 tahun ini pun harus meninggalkan kamp pelatihan tim di Swiss untuk menjalani perawatan medis.
"Sebastien Haller harus meninggalkan kamp pelatihan di Bad Ragaz karena karena sakit dan tekah kembali ke Dortmund. Selama pemeriksaan, tumor testis ditemukan," tulis akun Twitter resmi Borussia Dortmund @BWB, dikutip, Kamis (21/7/2022).
Baca juga: Hati-Hati, Konsumsi Daging Kornet Berlebih Picu KankerMendengar kabar tersebut, Sebastien Haller pun menuai dukungan dari berbagai kalangan, mulai dari para fans hingga sesama atlet sepak bola. Dalam akun Twitter pribadinya, pria kelahiran 22 Juni 1994 ini mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan. Dia juga mengaku saat ini sedang dalam proses pemulihan.
"Terima kasih atas banyak pesan dukungan dan kasih sayang semuanya sejak pengumuman kemarin. Sekarang saya akan fokus pada pemulihan, untuk kembali lebih kuat," tulis @HallerSeb dikutip, Kamis (21/7/2022).
Merujuk dari Healthline,
kanker testis adalah kanker yang berasal dari satu atau kedua testis. Testis merupakan kelenjar reproduksi pria yang terletak di dalam skrotum, yakni kantong kulit yang terletak di bawah penis. Testis bertanggung jawab untuk memproduksi sperma dan
hormon testosteron.
Kanker testis dapat menyerang siapa saja yang memiliki testis, termasuk orang
transgender dan non-biner. Kanker ini paling sering dimulai dengan perubahan sel germinal. Ini adalah sel-sel di testis yang menghasilkan sperma. Tumor sel germinal menyumbang sekitar 95 persen dari kanker testis.
Baca juga: Bahaya Sinar UV, PBB Rilis Aplikasi Cegah Kanker KulitDalam Jurnal Kesehatan Universitas Andalas dengan judul Tumor Testis Methachronous Bilateral Dengan Histopathology Berbeda, penyakit ini rentan dialami pria berusia 15-35 tahun. Meskipun begitu kanker ini dapat terjadi pada semua usia.
Tumor sel germinal adalah jenis kanker testis yang paling umum terjadi. Namun, dibanding negara barat, tumor testis merupakan penyakit yang kurang umum di Asia. Kejadiannya pun sangat rendah yaitu 0,4 per 100.000 populasi.
Menariknya, kanker testis merupakan salah satu kanker yang dapat diobati, bahkan jika itu menyebar ke daerah lain. Menurut American Cancer Society, tingkat kelangsungan hidup penderita kanker testis adalah 95 persen.
Sementara faktor risiko terkena kanker testis yaitu melalui keturunan, perkembangan testis yang tidak normal menjadi putih, atau testis yang tidak turun yang disebut kriptorkismus.
Baca juga: dr Aldrin Bagi Kebijakan Pemerintah Tanggulangi KankerSebagian orang tidak menunjukkan gejala saat menderita tumor testis ini. Namun, ada sejumlah gejala yang muncul akibat penyakit ini seperti benjolan di testis, nyeri dan tidak nyaman, testis membengkak, sakit perut bagian bawah atau punggung, berat atau sakit di perut bagian bawah, pembesaran jaringan
payudara, perubahan suara serta pertumbuhan rambut wajah dan tubuh pada orang pra-puber dengan testis.
(est)