LANGIT7.ID, JAKARTA - Mega bintang sepak bola dunia asal Senegal, Sadio Mane dikenal sebagai sosok muslim yang taat dan darmawan. Bagaimana tidak, banyak aksi-aksi sosial yang dilakukan Mane untuk membantu sesama.
Jiwa darmawan winger Bayern Munich itu patut dicontoh oleh kaum muslim. Meski bwrgelimang harta, Mane enggan bergaya hidup mewah. Justru dia lebih suka menjalani hidup dengan sederhana dan mengalokasikan hasil kerja kerasnya kepada masyarakat membutuhkan, khususnya warga desa tempat dia dilahirkan.
Pesepakbola berusia 30 tahun itu lahir di Desa Bambali berada di Kota Sedhiou, Senegal, pada 10 April 1992. Bak kacang tak lupa kulitnya, Mane menggelontorkan sebagian besar gajinya untuk pembangunan desa tersebut lebih maju.
Berikut empat aksi Darmawan Mane untuk pembangunan desa lebih maju:
1. Membangun Rumah Sakit Senilai Rp8 MiliyarSebagai pesepakbola top dunia pada era sekarang memang mendapatkan gaji yang sangatfantastis hingga miliyaran rupiah perpekan dan Mane adalah satu di antaranya. Mane dilaporkan membangun sebuah rumah sakit di Bambali.
Mantan pemain Liverpool itu rela merogoh kocek sebesar sebesar 445 ribu poundsterling atau sekitar Rp8 miliar untuk membangun rumah sakit tersebut. Minimnya fasilitas kesehatan di kawasan itu membuat hati Mane tergerak untuk membangun fasilitas kesehatan bagi masyarakat setempat.
2. Rp3,5 Miliyar untuk Mendirikan Sekolah Mane juga rela menggelonrorkan uang sebesar Rp3,5 miliyar sebaga bentuk kepeduliannya terhadap pendidikan untuk masa depan anak-anak di Bambali. Tak hanya pembangunan gedung, dia turut melengkapi fasilitas sekolah sesuai dengan perkembangan zaman.
Baca Juga: Terseret Skandal Juventus, Cristiano Ronaldo Siap BersaksiBahkan pemenang Liga Champions musim 2018-2019 itu pun memberikan fasilitas laptop kepada setiap anak yang bersekolah. Tak luput membuka beasiswa bagi murid-murid berprestasi sebesar 400 US Dollar atau sekitar Rp6 juta.
3. Santunan Setiap Keluarga di Desa Tiap BulanBantuan lain dari seorang Mane yang sangat dirasakan warga Desa Bambali yakni santunan 70 pound atau sekitar Rp1,2 juta kepada setiap kepala keluarga yang diberikan setiap bulan. Tak heran jika Mane sangat dielu-elukan warga desa tersebut.
Pesepakbola muslim itu bak malaikat penolong bagi warga desa di kampungnya. Hal tersebut dia lakukan tak lain karena angka kemiskinan di Desa Bambali masih tinggi, sebab itu banyak aksi sosial yang digerakan Mane guna membantu dan memajukan desa tersebut menggunakan uang pribadinya.
4. Sulap Desa Jadi KotaTak hanya itu, Mane juga membangun sebuah pom bensin, kantor pos dan menyediakan layanan jaringan 4G bagi masyarakat Senegal yang sudah tentu nominalnya tidak murah. Terlebih pembangunan pom bensin bertujuan agar warga desa tidak perlu pergi ke kota untuk membeli bahan bakar minyak.
Pesepakbola panutan itu juga rutin membagikan pakaian olahraga kepada anak-anak Senegal lebih bersemangat dalam berlatih sepakbola. Dengan begitu, Senegal akan terus melahirkan bibit-bibit unggul pesepakbola top dunia layaknya Sadio Mane.
(zhd)