LANGIT7.ID, Jakarta -
HaKI atau hak atas kekayaan intelektual
Citayam Fashion Week diklaim oleh perusahaan Baim Wong, PT Tiger Wong Entertainment, memunculkan slogan menarik.
Slogan
Keren Adalah Hak Segala Bangsa muncul seperti mengkritik hak paten milik komunitas anak-
anak SCBD yang diklaim Baim Wong.
Pengamat politik, Iwan Januar menilai, munculnya slogan tersebut karena anak-anak milenial saat ini lebih menyukai tren dan ketenaran.
Baca Juga: Begini Tanggapan Baim Wong soal HaKI Citayam Fashion WeekMereka rela mengikuti tren pinggiran demi bisa tampil narsis di catwalk (aspal). Ketenaran lebih penting saat ini ketimbang menjadi anak pintar.
"Dari sisi pendidikan remaja kita adalah mereka ingin sesuatu yang cepat menjadikan mereka tenar ketimbang mereka menjadi anak pintar di sekolah," kata Iwan dalam diskusi "CFW, Potensi Wisata atau Perusak Generasi?" dikutip Senin (25/7/2022).
Menurutnya, telah terjadi pergesaran soal pendidikan anak. Pergeseran ini tidak hanya terjadi pada si anak, tapi juga orang tua.
"Ada pergeseran dari keren adalah mereka yang pintar matematika. Sekarang keren adalah mereka yang banyak perbincangan dan banyak followers di media sosial," ungkapnya.
Tidak heran, kata dia, bila orang tua zaman sekarang lebih mendukung anaknya untuk berekspresi dan narsis. Itu karena mereka mampu menghasilkan uang secara instan.
"Maka kita lihat banyak remaja menjadi gamers, selebgram, youtuber, dan lainnya. Jadi bukan lagi sekolah atau kuliah nilai tinggi."
"Ada positif dan negatif. Positif kalau kontennya bermanfaat. Tapi konten sekejap dan tidak bermanfaat, serta merugikan adalah yang perlu diperhatikan dan diarahkan. Bukan diberi wadah berekspresi ataupun difasilitasi," katanya.
(bal)