LANGIT7.ID, Bondowoso - Kehadiran
Ustadz Hanan Attaki di Pondok Pesantren Al Ishlah Bondowoso, Jawa Timur disambut ribuan jamaah pada Jumat (29/7/2022) malam. Ustadz Hanan Attaki hadir dalam agenda Al-Ishlah Bershalawat dalam menyambut 1 Muharram 1444 Hijriyah.
Mulanya,
Ustadz Hanan Attaki dijadwalkan menggelar tabligh akbar bertajuk konser langit di pondok tersebut, namun tidak mendapat izin keramaian dari pihak kepolisian. Acara akhirnya diganti dengan agenda Shalawat Bersama.
“
Ahlan wa sahlan ustadz, beliau sudah
rawuh dan duduk bersama kita di malam ini. Acara malam ini adalah murni Al-Ishlah Bershalawat dalam rangka menyongsong tahun baru Islam,” kata Kepala Departemen Pendidikan Ponpes Al-Ishlah Bondowoso, Sudirman, saat memberikan sambutan.
Baca Juga: Ustadz Hanan Attaki Ditolak di Jatim, Ini Kata Kiai NU
Ustadz Hanan Attaki disambut meriah di pesantren tersebut. Dia dikabarkan sudah berada di lokasi pada Jumat sore (29/7/2022) pukul 17.00 WIB. Tak hanya itu, pengelola pesantren menyambut Hanan Attaki dengan sambutan tamu VIP.
Masyarakat setempat juga tak kalah antusias. Acara yang memang dibuka bagi masyarakat umum itu banjiri jamaah. Wali santri juga turut memeriahkan malam pergantian tahun baru Islam tersebut.
Di kanal YouTube Ponpes Al-Ihslah, Jamaah online juga tak kalah ramai. Meski durasi video mencapai empat jam, namun penonton sudah menyentuh angka ribuan. Komentar-komentar pengguna platform itu juga mayoritas positif dan menyambut hangat Ustadz Hanan.
Saat menyampaikan tausiah,
Ustadz Hanan Attaki menjelaskan tentang empat cara berhijrah. Dia mencontohkan dalam kontes hijrah
ma’nawi seperti pemuda yang masih pacaran hijrah ke pelaminan.
Dia menjelaskan, penggunaan kata hijriyah dalam kalender umat Islam adalah untuk mengenang peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Itu merupakan peristiwa sangat istimewa dalam Islam.
Hijrah adalah kunci dari segala kebaikan dalam hidup seseorang. Itu karena hijrah merupakan transisi dari keadaan dakwah Nabi Muhammad di Makkah yang tertindas, lantas berpindah ke Madinah dan mendapatkan kemenangan.
Ada empat hal yang harus dipersiapkan bagi seseorang yang ingin hijrah. Pertama, melibatkan Allah dalam niat di hati. Hijrah bukan tentang modal materi. Namun, tentang melibatkan Allah dalam segala hal.
“Bahwa ternyata, kalau libatkan Allah sejak awal pertama hijrah, Allah tidak akan ninggalin kita,” kata alumnus Universitas Al-Azhar Mesir itu.
Kedua, membuat rencana yang matang. Berhijrah tidak boleh hanya bermodal spirit. Dia mencontohkan seorang pemuda yang ingin menikah. Pemuda itu tidak menyiapkan rencana dan mengajak siapa saja yang ditemui di jalan.
“Rencanakan proses hijrah kita. Sebagaimana nabi merencanakan hijrah beliau,” ucapnya.
Ketiga, mencari teman dalam proses hijrah. Teman sangat berpengaruh. Demikian juga lingkungan. Teman yang shalih akan memancarkan cahaya kebaikan, sehingga hati selalu terpanggil untuk melakukan kebaikan.
“Kenapa Rasulullah memilih Abu Bakar dalam hijrah beliau? Kenapa tidak memilih Umar atau Utsman? Karena Abu Bakar adalah laki-laki yang paling shalih di antara sahabat,” ujar
Ustadz Hanan Attaki.
Baca Juga: Batal Tampil, Ini 7 Sikap Panitia Konser Langit Ustaz Hanan AttakiUmar bin Khattab adalah sahabat paling berani dan Utsman merupakan sahabat yang sangat kaya. Namun yang dipilih adalah sahabat Abu Bakar yang paling shalih.
Keempat, jangan berputus asa saat berhijrah. Tidak boleh berputus asa saat berhijrah. Itu karena hijrah adalah transisi, bukan tujuan. Maka harus bertahan dan bersabar. Kesabaran tidak mungkin membawa penyesalan.
“Momentum tahun baru Islam, minimal 100 kali shalawat. Sebelum buka tiktok boleh shalawat dulu, bangun tidur shalawat,” pungkas Da'i kelahiran Aceh tersebut.
(jqf)