LANGIT7.ID - Bangkoters Bagi Tips Jadi Suportif Saat Teman Berjuang Hadapi Pandemi
Pandemi Covid 19 membatasi waktu bersama teman-teman. Lingkup rantai penularan virus ini semakin tak mengenal batas. Berkumpul bersama teman juga berpotensi pada penularan.
Jarang bertemu fisik, sekali ada kabar, teman sedang dirundung duka karena terpapar Covid 19. Ada yang harus isolasi mandiri, menjalani perawatan intensif bahkan harus kehilangan orang tersayang.
“Kondisi pandemi memang membuat kita sulit untuk bertemu dan memberikan dukungan secara langsung bagi teman-teman yang mengalami kemalangan di tengah pandemi, tapi selalu ada cara yang bisa dilakukan sebagai teman bahwa kita ada untuk mereka baik yang sedang sakit maupun Alhamdulillah masih diberi kesehatan,” kata Yolanda, public relation dari komunitas Bangun Kota kepada Langit7.
Bangun Kota adalah forum kreatif lintas komunitas di Bekasi yang hadir sejak tahun 2019. Komunitas ini berfokus pada kegiatan sosial, pengembangan wisata dan ekonomi kreatif kota Bekasi. Event terbesar mereka adalah Bekasi Community Festival, acara yang mempertemukan berbagai komunitas di seluruh Indonesia.
Bangkoteams, sebutan para anggotanya, juga fokus pada aksi sosial dan berkolaborasi dengan berbagai komunitas menggerakkan #BekasiMelawanCorona selama pandemi untuk terjun langsung menyalurkan bantuan donasi bagi masyarakat terdampak Covid 19.
![Kiat Dukung Teman Saat Berjuang Hadapi Krisis Pandemi]()
(
Bangkoteams dalam sebuah aktivitas sebelum pandemi)Komunitas menurut Yolanda adalah salah satu wadah berteman yang banyak melahirkan pertemanan solid dan sedekat keluarga. Selama pandemi, sudah banyak kabar-kabar kurang mengenakkan yang datang dari teman-teman. Namun kondisi tak memungkinkan untuk hadir secara langsung sekedar memberi pelukan menguatkan.
Dukungan dari teman tak kalah pentingnya dari keluarga yang selalu ada menemai hari-hari kita. Lalu bagaimana menjaga pertamanan sekaligus jadi teman suportif meskipun terpisah jarak? Berikut tips yang dibagikan Yolanda.
Membalas pesan di sosial mediaKita dimudahkan dengan adanya media sosial. Saat sedang berselancar di Instagram atau Facebook, sempatkan untuk menyapa akun teman-teman kita, balas unggahannya dengan sapaan dan kata-kata positif. Manfaatkan fitur komentar dan direct message untuk sekedar menanyakan kabar.
Berikan pesan semangat secara personalBerikan dorongan sebagai teman secara personal, membantu teman merasakan perhatian dan dukungan yang lebih tulus, dibanding hanya ucapan sekedar yang disampaikan dalam grup obrolan.
“Jangan lupa kalau menyampaikan hal secara privat juga penting. Kita bisa chatting, telepon atau video call, jadi teman merasa diperhatikan,” ujar Yolanda.
Berbincang secara personal membuat kita lebih nyaman menyampaikan pesan semangat dan bercerita lebih dalam agar beban pikiran sedikit berkurang dan bisa membantu menaikkan imun.
Membuat agenda bersama di konferensi videoKita bisa memanfaatkan aplikasi konferensi video untuk mengobrol dengan lebih banyak teman. Kita bisa mengadakan agenda kegiatan bersama teman-teman, seperti menonton film, bermain gim, hingga mengadakan pengajian online untuk saling mendoakan.
Saling mengirim makananKita bisa memberi dukungan semangat kepada teman dengan saling mengirim makanan. Tidak perlu yang mahal, makanan jajanan sederhana yang dibuat sendiri juga bisa jadi penyemangat dan bentuk perhatian kita sebagai teman.
Terutama bagi teman yang sedang menjalani isolasi mandiri dan harus tinggal di rumah saja dan kesulitan membeli bahan makanan.
“Bisa juga kita kompak patungan untuk membantu salah satu teman yang mengabarkan harus menjalani isolasi mandiri dengan mengirimkan sembako, bahan makanan, atau masakan siap santap,” tambah Yolanda.
(arp)