LANGIT7.ID, Semarang - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengingatkan warga agar berani melapor pengurus RT jika setelah di-swab dinyatakan positif Covid-19. Langkah ini dilakukan guna mendapatkan tindakan-tindakan sesuai dengan prosedur penanganan Covid-19.
Ada tiga hal yang bisa menjadi gaya hidup di era new normal, selama pandemi Covid-19 belum hilang. Pertama adalah testing, yakni pengujian kepada seseorang untuk memastikan apakah positif tertular atau tidak. Kedua, tracing, yakni pelacakan atas kontak kepada minimal 10 orang.
Dengan siapa saja pasien tersebut kontak dan semuanya harus diswab. Jika ditemukan ada yang tertular orang keempat dan kelima, harus segera diisolasi mandiri. Akan tetapi jika dinyatakan negatif, maka tracing bisa disetop. Ketiga, yakni treatmen, yakni perlakukan kepada pasien yang terinfeksi Covid-19.
“Bagaimana kita meyakinkan agar tidak malu. Supaya tercatat, sebagai warga yang terkena Covid-19, sampai dengan perlakuan kepada mereka apakah akan isiolasi mandiri, di rumah dinas, balai diklat atau Islamic Center sampai mereka sembuh,” kata Hendrar Prihadi, dalam sambutannya, saat Istighosah dan Tahlil, 1 Muharram 1443 H dan Keselamatan Bangsa, via zoom, 9 Agustus 2021.
“Kami berharap ketiga hal ini, testing, tracing dan treatmen, dijadikan pegangan, dijadikan perilaku, untuk new normal tahun depan. Insya Allah, tidak ada ledakan (kasus) ketiga,” ujarnya, menambahkan
Hadir dalam pengajian daring via zoom, KH Mustofa Bisri, sebagai pemberi tausiah, Ketua MUI Jateng Ahmad Daroji, Ketua PCNU Kota Semarang Anasom, dan ulama, kalangan pendidik, Camat, Lurah dan staf kelurahan di Kota Semarang.
Di sisi lain, wali kota bersapa Hendi itu akan mengebut program vaksinasi, khususnya kepada masyarakat yang rentan tertular virus. Pasalnya dari data di Dinas Kesehatan Kota Semarang pada Senin (9/8), 97 % pasien yang meninggal ini karena belum divaksin dan memiliki komorbid atau memiliki penyakit bawaan.
“Vaksinasi adalah langkah yang perlu kita sukseskan. Vaksinasi harus smooth lagi,” ujarnya.
Berdasar data Posko Siaga Corona Kota Semarang, sampai dengan Senin, 9 Januari 2021, sampai pukul 22.00 WIB, tercatat ada 83.839 kasus positif Covid-19, 6133 meninggal (di Semarang 4251 dan luar Semarang 1881). Sementara pasien yang sembuh mencapai 76.974 (64.371 Semarang, dan 12.603 di luar Semarang) .
(sof)