LANGIT7.ID, Jakarta - Berwisata ke
Tangkuban Perahu menjadi pilihan alternatif liburan keluarga.
Gunung api tersebut menyimpan cerita rakyat yang masih digaungkan sampai sekarang.
Gunung Tangkuban Perahu berada di daerah Lembang
Bandung. Ada legenda dari
tempat wisata tersebut, kisah seorang pemuda bernama
Sangkuriang.
Sangkuriang adalah seorang anak manusia yang telah gagal memenuhi janjinya untuk membuat perahu termasuk danaunya dalam satu malam sebagai syarat menikahi Dayang Sumbi, ibunya sendiri.
Merasa kesal karena telah kehabisan waktu, Sangkuriang menendang perahu itu hingga melayang jauh dan posisinya terbalik.
Baca Juga: Menelusuri Masjid Tangkuban Perahu di Selatan JakartaPerahu yg terbalik inilah yang dalam bahasa Sunda disebut tangkub, menjadi cikal bakal nama gunung yang kini dikenal bernama Tangkuban Perahu.
Gunung Tangkuban Perahu adalah sebuah gunung api yang masih aktif, letaknya sekitar 30 km di utara kota Bandung tepatnya berada di Lembang.
Gunung ini telah menjadi ikon wisata Jawa Barat, menjadi sebuah tempat wisata Lembang yang terkenal hingga ke mancanegara.
Udara Lembang yang sejuk dan terasa dingin terlebih di kala malam membuat banyak wisatawan betah menghabiskan waktu liburannya di sejumlah tempat-tempat menarik di Lembang.
Gunung Tangkuban Perahu memiliki kawah yang besar. Kawah besar inilah yang menciptakan satu panorama menakjubkan jika Anda menjejakkan kaki di sana.
Sahabat Langit7 akan membutuhkan waktu 2 jam untuk bisa mengelilingi keselurahan kawah tersebut. Gas sulfur masih keluar dari kawah meskipun tidak aktif.
Hanya saja, wisata Tangkuban Perahu di Lembang Bandung ini terbuka untuk kunjungan para wisatawan dari pukul 7 pagi hingga 5 sore, buka setiap hari.
Untuk sampai di Tangkuban Perahu, Sahabat Langit7 harus menempuh jarak perjalanan sekitar 30 km dari pusat kota Bandung. Tersedia transportasi publik yang sangat memadai untuk ke kawasan Lembang.
Destinasi wisata Lembang adalah salah satu yang terkenal di Jawa Barat dan Indonesia. Tak ayal, daerah ini selalu ramai dengan kunjungan wisatawan, apalagi saat akhir pekan.
(bal)