LANGIT7.ID, Jakarta - Presiden Erdogan menyebut akan menggunakan Rubel untuk membayar transaksi impor gas alam Rusia. Langkah ini sikap netral Turki atas
konflik Rusia-Ukraina.
Di sisi lain Amerika Serikat berupaya untuk menjatuhkan sanksi ekonomi kepada
Rusia terkait invasi yang dilakukan terhadap
Ukraina pada Februari lalu.
"Sebagai Turki, pintu kami terbuka untuk semua orang," kata
Erdogan seperti dilansir
ArabNews, Ahad (7/8/2022).
Turki diketahui memiliki ketergantungan cukup besar pada energi Rusia. Di mana Rusia menyumbang sekitar seperempat dari impor minyak Turki dan 45 persen dari pembelian gas alamnya pada tahun lalu.
Baca Juga: Inflasi Turki Meledak hingga 79,6 Persen, Tertinggi Sejak 1998"Satu hal yang baik tentang kunjungan Sochi ini adalah bahwa kami menyetujui rubel dengan Putin," kata Erdogan.
Adapun langkah itu dilakukan sebagai upaya Turki untuk melindungi cadangan mata uangnya, Lira, yang semakin menipis.
Dilaporkan, Turki harus menghabiskan dana puluhan miliar dolar untuk tetap menguatkan Lira terhadap krisis ekonomi.
Lira kehilangan 55 persen nilainya terhadap dolar. Ditambah dengan harga konsumen yang melonjak 80 persen dalam 12 bulan terakhir.
Sebagai informasi, Erdogan tiba di kota pesisir Rusia, Sochi, pada Jumat (5/8/2022) lalu. Kedatangannya itu untuk membahas beberapa isu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Salah satunya memperluas kerja sama ekonomi di berbagai sektor termasuk perbankan dan industri.
(bal)